Kurs Rupiah

Pengaruh Tekanan Eksternal, Rupiah dan Segenap Mata Uang Asia Lainnya Melemah

Kurs rupiah spot melemah 0,08% ke Rp 14.240 per dollar Amerika Serikat (AS) dari posisi kemarin pada Rp 14.229 per dollar AS.

Pengaruh Tekanan Eksternal, Rupiah dan Segenap Mata Uang Asia Lainnya Melemah
Tribunnews
Ilustrasi uang 

TRIBUNPALU.COM - Pengaruh kuat eksternal membawa rupiah melemah pada perdagangan spot, Selasa (2/4/2019). 

Mengutip Bloomberg, hari ini pukul 10.42 WIB, kurs rupiah spot melemah 0,08% ke Rp 14.240 per dollar Amerika Serikat (AS) dari posisi kemarin pada Rp 14.229 per dollar AS.

Sedangkan Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) berada di Rp 14.237 per dollar AS, melemah 0,04% dari posisi kemarin pada Rp 14.231 per dollar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim menuturkan bahwa laporan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS membuat dollar AS menguat.

Pada akhir pekan lalu yield obligasi pemerintah AS tenor tiga bulan berada di 2,396%, sementara untuk 10 tahun sebesar 2,407%. 

Kuatkan Jaringan di ASEAN, Jasa Ekspedisi J&T Express Rencanakan Ekspansi ke Thailand

"Sudah normal, yield tenor panjang lebih tinggi daripada tenor pendek. Artinya, kegelisahan mengenai ancaman resesi untuk sementara mulai mereda," ujar Ibrahim kepada Kontan, Selasa (2/4/2019).

Data yang diterbitkan oleh The Institute for Supply Management (ISM) AS ini, mencatat aktivitas perusahaan meningkat ke level 55,3 dari level 54,2 pada Februari. Angka ini pula, melebihi ekspetasi di level 54,5 sekaligus menjadi data terbaik sejak November 2016.

Selain itu, perkembangan kisah Brexit yang masih menempatkan Perdana Menteri Theresa May pada penolakan kesekian kalinya, turut menyumbang penguatan indeks dollar AS.

Parlemen Inggris kembali menolak May untuk keluar dari Uni Eropa (UE). Menanggapi hal tersebut, May berusaha melempar proposal perjanjian dagang bersama UE. Tetapi para pengamat memprediksi, proposal kembali akan ditolak oleh parlemen.

Dengan tekanan tersebut, dollar AS menjadi aset paling aman saat ini di pasar mata uang. Dengan demikian, Ibrahim memproyeksi pelemahan rupiah bisa terus berlanjut sampai penutupan pasar.

Polisi: Tahanan Kota Ratna Sarumpaet Kewenangan Majelis Hakim

"Pengaruh eksternal ini cukup vital, ditambah lagi besok libur, maka pelaku pasar cenderung bermain aman. Sekalipun data domestik cukup baik, sepertinya belum mampu mengalahkan kekuatan dollar AS," tambah Ibrahim.

Ibrahim memprediksi rupiah bergerak di rentang Rp 14.211 per dollar AS - Rp 14.260 per dollar AS pada perdagangan hari ini.

Di kawasan Asia, the greenback pun menguat terhadap hampir seluruh mata uang. Hanya dollar Hong Kong dan yen yang pagi ini menguat terhadap dollar AS. Sementara indeks dollar menguat ke 97,36. Indeks yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini kemarin berada di 97,23.

Artikel ini sudah ditayangkan di Kontan.co.id dengan judul Rupiah kompak melemah bersama dengan mata uang Asia

Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved