Eco Fashion Indonesia (EFI) Sebut Banyak 'Harta Terpendam' di Kota Palu

Badan Ekonomi Kreatif RI bersama Eco Fashion Indonesia (EFI) menyambangi sejumlah pelaku usaha kecil atau pengrajin di Kota Palu

Penulis: Haqir Muhakir |
TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
Founder Eco Fashion Indonesia, Myra Suraryo, saat memperlihatkan salah satu hasil kerajinan alat musik lokal Palu, Sabtu (6/4/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Badan Ekonomi Kreatif RI bersama Eco Fashion Indonesia (EFI) menyambangi sejumlah pelaku usaha kecil atau pengrajin di Kota Palu, Sabtu (6/4/2019).

Mereka mengunjungi, pengrajin tenun batik bomba, pengrajin daun silar, pengrajin olahan rotan, pengrajin bambu, olahan makanan keripik, hingga pembuat alat musik tradisional.

Founder Eco Fashion Indonesia, Myra Suraryo mengatakan, di Kota Palu, tidak hanya banyak potensi bahan baku kerajinan.

Myra bersama tim menemukan banyak sekali 'harta terpendam' di Kota Palu.

12 Cara Efektif untuk Membakar Lemak yang Menumpuk di Perut dan Pinggang

"Banyak sekali, misalnya hasil kerajinan Kain Batik Bomba, itu sangat bisa buat keunikan-keunikan dari kain tenun khas Palu ini," ujarnya.

Selain itu, ada juga kerajinan dari limbah atau serut bambu, yang diolah menjadi kerajinan bernilai seni tinggi.

Serta ada juga kerajinan anyaman daun silar, yang dapat diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan.

Salah satu hasil kerajinan alat musik lokal Palu, Sabtu (6/4/2019).
Salah satu hasil kerajinan alat musik lokal Palu, Sabtu (6/4/2019). (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Seperti wadah dari daun silar yang digunakan banyak ibu-ibu saat ke pasar.

"Itu sangat bisa dimodifikasi. Tanpa menghilangkan asal-usul kebudayaannya, sehingga kearifan lokalnya tetap ada tapi dikemas menjadi sesuatu yang lebih menarik," jelasnya.

Untuk pasarnya kata Myra, pihaknya memiliki strategi tersendiri.

Ramalan Zodiak Cinta Minggu 7 April 2019: Leo Bikin Kesan Baik, Libra Jatuh Cinta pada Orang Baru

Yakni tetap menjaga kearifan lokal dari kerajinan asal Kota Palu, namun memberikan inovasi sesuai peruntukkannya.

"Kita modifikasi peruntukkannya, tanpa merubah bentuk aslinya," tambahnya.

Salah satu hasil kerajinan alat musik lokal Palu, Sabtu (6/4/2019).
Salah satu hasil kerajinan alat musik lokal Palu, Sabtu (6/4/2019). (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Mereka memiliki strategi tersendiri untuk menawarkan kerajinan asal Kota Palu kepada pasar atau konsumen.

Menciptakan strategi atau cara untuk mengkomunikasikan dan menawarkan barang tersebut ke pasar dengan cara yang lain.

Jelang Ramadan 2019, Warga Palu Serbu Pakaian Cakar

"Seperti kerajinan daun silar, yang bjsa dibuat wadah dan tas slempang, didesaig dengan model yang lebih menarik," tambahnya.

'Harta terpendam' lainnya kata Myra, yakni kerajinan alat musik lokal di Kota Palu.

Sepeeti halnya seruling bambu atau yang lebih dikenal dengan Lalove oleh warga Kota Palu.

Lalove dipercaya lekat dengan hal-hal mistis atau magis.

" Ini urban legend masyarakat sini. Ini menambah daya tarik dari hasil kerajinan lokal Palu," tandasnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved