6 TPS di Kota Palopo, Sulawesi Selatan akan Dilakukan Pemungutan Suara Ulang

KPU Kota Palopo akan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palopo untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang

6 TPS di Kota Palopo, Sulawesi Selatan akan Dilakukan Pemungutan Suara Ulang
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Gubernur Sulteng, Longki Djanggola bersama istri Zalzulmida Aladin Djanggola saat menlakukan proses pemungutan suara di TPS 5, Kelurahan Lolu Utara, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo akan menindaklanjuti rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Palopo untuk melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) 6 TPS di 3 kecamatan. 

Komisioner KPU kota Palopo, Abdullah Jaya Hartawan mengatakan, pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang akan dilaksanakan pada Sabtu (27/4/2019) mendatang.

“Awalnya direncanakan hari Kamis tanggal 25 April, tetapi karena kondisi ketersediaan logistik jadi diundur ke hari Sabtu tanggal 27 April,” kata Jaya, saat ditemui di Kantor KPU Palopo, Selasa (23/4/2019).

Hanya saja, menurut Jaya, belum dipastikan apakah PSU yang dilakukan hanya parsial atau keseluruhan. 

“Sistem PSU nantinya masih menunggu petunjuk dari KPU RI, apakah parsial atau hanya Pilpres atau keseluruhan, kami masih menunggu petunjuk tekhnis selanjutnya,” ucap dia.

Komisioner KPU Palopo, Divisi Data dan Perencanaan, Abdul Haris Mubarak mengatakan, jumlah pemilih yang akan memilih di 6 TPS tersebut sesuai data DPT sebanyak 1.305 dan DPTb sebanyak 16, sementara kebutuhan logistik ditambah 2 persen dari jumlah DPT.

“Untuk kebutuhan logistik yaitu sebesar 2 persen dari jumlah DPT 1.305 yaitu sebanyak 1.331,” ujar dia.

Pelaksanaan PSU di Kota Palopo dilaksanakan atas rekomendasi Bawaslu Palopo pada Sabtu (20/04/2019) lalu, karena terdapat pelanggaran pemilu yang dilakukan KPPS.

Pelanggaran itu berupa warga yang memilih hanya menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik, namun tidak terdaftar dalam daftar pemilih tambahan ataupun daftar pemilih khusus yang harus menggunakan formulir A5.

Menurut Asbudi Dwi Saputra, warga yang menggunakan KTP elektronik tersebut berasal dari luar Kota Palopo, seperti berasal dari Demak, Pemalang, Luwu Timur dan Makassar.

Halaman
12
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved