Pasca-banjir Sigi, Walhi Sulawesi Tengah Turunkan Tim Investigasi

“Pemerintah atau Dinas Kehutanan harusnya tidak menututup mata lagi dengan persoalan ini," kata Manajer Kampanye Walhi

Pasca-banjir Sigi, Walhi Sulawesi Tengah Turunkan Tim Investigasi
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Kayu gelondongan menumpuk hingga nyaris melewati atap rumah warga di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sawesi Tengah, Selasa (30/4/2019). Banjir yang terjadi Minggu (28/4/2019) malam kemarin menenggelamkan 500 unit rumah. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Banjir bandang di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (28/4/2019), dinilai merupakan banjir yang terparah yagn pernah terjadi beberapa bulan terakhir.

Bukan hanya Desa Bangga, beberapa desa seperti di Gumbasa dan Kulawi juga diterjang banjir bandang.

Kejadian ini menjadi sorotan oleh sejumlah kalangan pemerhati lingkungan.

Salah satunya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Sulawesi Tengah.

Mereka mendesak, agar Pemerintah Kabupaten Sigi segera melakukan evaluasi.

Khususnya kinerja Dinas Kehutanan.

Bahkan, penegakan hukum bila terjadi pelanggaran kehutanan di kawasan tersebut.

“Pemerintah atau Dinas Kehutanan harusnya tidak menututup mata lagi dengan persoalan ini," kata Manajer Kampanye dan Perluasan Jarigan Eksekutif Daerah Walhi Sulteng, Stevandi, Selasa (30/4/2019).

"Dinas Kehutanan harus bertanggung jawab penuh terhadap setiap aktifitas yang berakibat terjadinya berubahan lingkungan seperti saat ini," tambahnya.

Untuk merespon hal itu, Walhi Sulteng sudah menurunkan tim investigasi dilapangan.

Halaman
12
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved