Rumah Disapu Banjir, Siswa Korban Bencana di Desa Tuva Sekolah Tanpa Seragam

Satu di antara dampak akibat banjir bandang di Kabupaten Sigi adalah terganggunya aktivitas pendidikan anak sekolah dasar (SD) di desa tersebut.

Rumah Disapu Banjir, Siswa Korban Bencana di Desa Tuva Sekolah Tanpa Seragam
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Banjir bandang yang melanda Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Minggu (28/4/2019) lalu mengakibatkan delapan unit rumah di RT 1 Dusun 3 rusak berat.

Rincian kerusakan tersebut terdiri atas enam rumah yang hilang dan dua rumah tertimbun lumpur material banjir.

Selain mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah, banjir bandang di Kabupaten Sigi pun menyisakan berbagai dampak dalam kehidupan warga.

Satu di antara dampak yang paling dirasakan akibat banjir bandang di Kabupaten Sigi adalah terganggunya aktivitas pendidikan anak sekolah dasar (SD) di desa tersebut.

Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019).
Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019).
Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

BACA JUGA:

Kekurangan Guru, Kepsek SD Inpres Tuva Ikut Turun Tangan Mengajar Murid Didiknya

Demi Ringankan Korban Banjir di Bangga, Siswi SMP Model 9 Sigi Ini Setiap Hari Rela Menggalang Dana

13 Tahun Hilang, Akhirnya Arca Meboku Dikembalikan Ke Tempat Semula

Seperti yang dialami Iswandi (13), seorang siswa kelas 6 SDN Tuva yang kehilangan rumah dan semua harta bendanya.

"Hanya baju di badan yang tersisa," ujarnya.

Pada Sabtu (4/5/2019) siang, Iswandi sedang berkumpul dengan temannya sesama korban bencana banjir di Desa Tuva.

Mereka berkumpul di bawah tenda terpal, tepatnya di seberang jalan bekas rumahnya yang disapu banjir.

Iswandi bertutur, sudah lima hari ini dia bersekolah dengan menggunakan baju kaos dan celana pendek biasa.

Iswandi adalah anak pertama Mustamin, satu di antara delapan pemilik rumah yang tempat tinggalnya hancur disapu banjir bandang.

Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019).
Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019).
Anak-anak korban banjir; Iswandi, Fanes, dan sejumlah temannya saat berkumpul menunggu bantuan di samping ruas jalan titik banjir bandang, di Desa Tuva, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Selain Iswandi, temannya Fanes (10), siswa kelas 4 SDN Tuva juga mengalami nasib yang sama.

Oleh karenanya, salah satu bantuan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak korban banjir di Desa Tuva, Kabupaten Sigi adalah bantuan berupa baju sekolah.

"Tidak ada baju sekolahnya kita," kata Fanes.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved