Jembatan Gantung Putus, Aktivitas Perkebunan Warga Desa Tuva Terganggu

Banjir bandang yang melanda Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa pada Minggu (28/4/2019) lalu, melumpuhkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Jembatan Gantung Putus, Aktivitas Perkebunan Warga Desa Tuva Terganggu
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, SIGI -- Banjir bandang yang melanda Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa pada Minggu (28/4/2019) lalu, melumpuhkan aktivitas perekonomian masyarakat.

Sebab, akses utama warga menuju perkebunan terputus.

Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, rusak parah akibat dihantam banjir bandang.

Kepala Desa Tuva Bahtiar mengatakan, putusnya jembatan itu berdampak pada satu desa.

Sebab, hampir semua warga kesulitan untuk menjangkau kebunnya.

Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019).
Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019).
Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

BACA JUGA:

8 Tokoh yang Ditangkap KPK saat Momen Puasa Ramadan

Memutuskan Cuti Panjang dari ILC, Karni Ilyas: Tidak Semua yang Saya Tahu Bisa Saya Katakan

Sampah Medis Dibuang Sembarangan, 3 Petani di Bali Tertusuk Jarum Suntik Bekas

Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019).
Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019).
Jembatan menuju RT 4 Dusun 1 Desa Tuva, yang rusak akibat dihantam banjir bandang, Minggu (5/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

"Satu kampung yang rasa itu, warga tidak bisa berkebun jagung jagung untuk saat ini karena jalan tidak ada," ujarnya, saat dihubungi, Senin (6/5/2019) pagi.

Selain itu, di seberang jembatan putus tersebut, ada sebanyak 18 kepala keluarga yang tinggal dan terisolir.

Jarak tempat tinggal mereka dari pusat desa sekitar lima kilometer.

"Mereka ini kalau ke kampung tidak ada alternatif lain, selain menyeberang sungai," jelasnya.

Selain di RT 4 Dusun 1, ada juga sebanyak 23 kepala keluarga yang terisolir di seberang sungai di RT 1 Dusun 2 Desa Tuva.

Untuk warga di RT 1 Dusun 2, memiliki akses jembatan gantung yang hanya bisa dilalui dengan jalan kaki.

"Dengan rusaknya ini jembatan menuju perkebunan, warga sangat kesulitan," terangnya.

Diketahui, sebagian besar warga Desa Tuva itu bekerja sebagai petani jagung.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved