Terkini Sulteng

BTNKT Tojo Una-una Tangkap Basah Lima Pelaku Ilegal Fishing di Kawasan Taman Nasional

Tim patroli SPTN I Wakai menemukan pelaku sedang menangkap ikan menggunakan kompresor di Reef Tangkubi.

BTNKT Tojo Una-una Tangkap Basah Lima Pelaku Ilegal Fishing di Kawasan Taman Nasional
Humas SPTN I TNKT/Mega Putri Armanesa
Lima pelaku Illegal Fishing saat diamankan di Kawasan Taman Nasional, Rabu (8/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, TOJO UNAUNA - Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Wakai, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) Kabupaten Tojo Una-una, Sulawesi Tengah berhasil menangkap lima orang terduga pelaku Illegal Fishing di Kawasan Taman Nasional, Rabu (8/5/2019).

Tim patroli SPTN I Wakai menemukan pelaku sedang menangkap ikan menggunakan kompresor di Reef Tangkubi.

Yaitu pada titik koordinat 121,71558 BT; -0,41868 LS di depan Desa Patoyan, Kecamatan Batudaka Kabupaten Tojo Una-una.

Penangkapan dilakukan berdasarkan pasal 9 ayat 1, Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.

Kepala SPTN I Wakai, Iksan Tengkow mengatakan bahwa penggunaan kompresor dilarang karena berbahaya bagi penyelam.

Harga Daging dan Telur Ayam Diperkirakan Melonjak Drastis Jelang Lebaran

Begitu juga dapat membahayakan lingkungan apabila digunakan untuk menangkap ikan menggunakan bom dan bius.

"Salah satu dampak yang dikuatirkan dari illegal fishing adalah rusaknya terumbu karang sebagai objek wisata bahari di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean," katanya.

Sehingga, menyebabkan berkurangnya tempat ikan untuk berkembang biak.

Hal itu juga dipastikan akan mempengaruhi jumlah ikan yang ada di perairan.

"Berdasarkan penjelasan Undang-Undang, bahwa alat penangkapan ikan yang menggangu dan merusak secara berkelanjutan sumber daya ikan," terangnya.

"Termasuk diatarannya adalah jaring trawl atau pukat harimau, dan kompresor," tambahnya.

Sulteng Bergerak Sebut 27 Ribu Lebih KK Korban Bencana di Sulteng Belum Menghuni Huntara

Saat ini, kelima pelaku dan barang bukti sudah diamankan dan akan diserahkan ke Polres Touna untuk menunggu proses hukum.

Iksan berharap, dengan ditangkapnya tiga pelaku, bisa memberikan efek jera.

"Harapannya kerusakan yang terjadi di kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean dapat berkurang dan diminimalisir," harapnya.

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved