Prancis Salurkan Bantuan Rp16 Miliar untuk Nelayan dan Mangrove Teluk Palu

Jumlah keseluruhan bantuan AFD itu sebesar 1 Juta Euro atau sekitar Rp16 miliar.

Prancis Salurkan Bantuan Rp16 Miliar untuk Nelayan dan Mangrove Teluk Palu
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Gubernur Provinsi Sulteng H Longki Djanggola, menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan Prancis untuk pemulihan pasca bencana Sulteng, Rabu (8/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Gubernur Sulawesi Tengah H. Longki Djanggola, menyaksikan penyerahan secara simbolis bantuan dari Prancis untuk penanaman mangrove di pesisir Teluk Palu, Rabu (8/5/2019).

Selain itu, bantuan dari Lembaga Keuangan Prancis Agence Francaise de Development (AFD) juga diberikan untuk nelayan terdampak bencana Sulawesi Tengah.

Jumlah keseluruhan bantuan AFD itu sebesar 1 Juta Euro atau sekitar Rp16 miliar.

Bertempat di Ruang Kerja Gubernur Sulawesi Tengah, bantuan itu diserahkan langsung Duta Besar Prancis untuk Indonesia Jean Charles Berthonnet, Parlemen Prancis Anne Genetet dan Gubernur dan Duta Besar Prancis, Anggota Parlemen Prancis.

Bantuan Prancis lewat Lembaga Keuangan Prancis AFD disalurkan Lewat NGO Prancis dan selanjutnya bermitra dengan NGO Indonesia sebagai pelaksana proyek bantuan

Adapun jenis bantuan yang disalurkan berupa penanaman pohon mangrove di sepanjang pesisir pantai Teluk Palu, pemberian perahu dan peralatan tangkap ikan sebanyak 650 unit dan pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan.

Pada Kesempatan Itu Duta Besar Prancis Jean Charles Berthonnet , menyampaikan rasa bangga bisa datang kembali ke Palu untuk melihat kondisi masyarakat setelah terjadinya bencana gempa bumi, tsunami, dan Likuifaksi di Sulawesi Tengah.

"Pemerintah Prancis akan memberikan bantuan pemulihan ekonomi masyarat khususnya nelayan dan penanaman mangrove di pesisir Pantai Teluk Palu," jelasnya.

Sebelumnya Pemerintah Prancis sudah memberikan bantuan air bersih untuk masyarakat.

Gubernur Longki menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Duta Besar Prancis dan rombongan.

Bantuan itu langsung disalurkan kepada masyarakat melalui NGO.

Sementara Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Perikanan dan Kelautan hanya melakukan monitoring.

Agar bantuan kedepan tidak tumpang tindih dengan kegiatan rencana aksi yang akan dilakukan pemerintah.

"Saat ini pemerintah Prancis sudah memberikan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat nelayan, ke depan kita harap dapat memberikan bantuan perumahan kepada nelayan," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved