Forkopimda di Sulteng Apresiasi Kinerja KPU Selesaikan Rekapitulasi Tingkat Provinsi

Para Forkopimda dan tokoh masyarakat itu mendeklarasikan dukungannya atas capaian dalam pemilihan umum tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah.

Forkopimda di Sulteng Apresiasi Kinerja KPU Selesaikan Rekapitulasi Tingkat Provinsi
TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
Forkopimda dan tokoh masyarakat di Provinsi Sulteng saat deklarasi dukungan pelaksanaan pemilu di Sulteng, Senin (13/5/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Tengah menutup rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penghitungan suara tingkat provinsi, Minggu (12/5/2019) malam.

Proses penghitungan memakan waktu 6 hari berturut-turut.

KPU Provinsi Sulteng berencana langsung memberangkatkan hasil pleno terbuka itu ke Jakarta, Senin (13/5/2019) sore.

Sebelum proses pengiriman dokumen hasil rekapitulasi, sejuah pimpinan lembaga yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulteng, mendatangi kantor KPU Sulteng di Jalan S Parman, Kelurahan Besusu Tengah, Senin siang.

Forkopimda yang datang yakni Kapolda Sulteng Lukman Wahyu, Danrem 132/Tadulako Agus Sasmita, Perwakilan Kejaksaan Tinggi, Perwakilan Gubernur Sulteng.

Selain Forkopimda, tokoh masyarakat juga turut hadir dalam kesempatan itu.

Para Forkopimda dan tokoh masyarakat itu mendeklarasikan dukungannya atas capaian dalam pemilihan umum tahun 2019 di Provinsi Sulawesi Tengah.

Perwakilan Forkopimda dari Pemprov Sulteng, Muhammad Nizam mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sulteng.

Sebab telah menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama melaksanakan tahapan pemilu tahun 2019.

"Sehingga (pemilu) berjalan dengan aman, lancar dan kondusif," terangnya.

Melalui deklarasi Forkopimda itu juga, mereka memberikan apresiasi kepada KPU Provinsi Sulteng yang telah melaksanakan tugasnya dengan transparan dan akuntabel.

"Kita tunggu hasil resmi pemilu dari KPU pusat, dan mari kita menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," jelasnya.

Dengan tidak mudah terpecah dan terprovokasi oleh berita bohong maupun ajakan aksi yang mengarah pada inkonstisional.

"Maupun yang dapat menggangu kabtibmas," tandasnya. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved