Memasuki Hari ke-9 Puasa, BMKG Prediksi Jalur Mudik di Sulawesi Tengah Bakal Diguyur Hujan Lebat

Memasuki hari kesembilan puasa Ramadan, jalur mudik di Provinsi Sulawesi Tengah diprediksi akan diguyur hujan.

Memasuki Hari ke-9 Puasa, BMKG Prediksi Jalur Mudik di Sulawesi Tengah Bakal Diguyur Hujan Lebat
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Forecaster BMKG Palu, Eka Trimas Widyatmoko saat memantau cuaca di Kantor BMKG Komplek Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Selasa (14/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Memasuki hari kesembilan puasa Ramadan, jalur mudik di Provinsi Sulawesi Tengah diprediksi akan diguyur hujan.

Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung hingga hari Kamis (16/5/2019) mendatang.

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palu, Eka Trimas Widyatmoko mengatakan, ada empat daerah yang berpotensi hujan lebat disertai angin dan petir.

Yakni, Kabupaten Poso, Kabupaten Morowali, dan Kabupaten Morowali Utara, serta Kecamatan Luwuk di Kabupaten Banggai.

Sementara daerah lain juga berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Forecaster BMKG Palu, Eka Trimas Widyatmoko saat memantau cuaca di Kantor BMKG Komplek Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Selasa (14/5/2019).
Forecaster BMKG Palu, Eka Trimas Widyatmoko saat memantau cuaca di Kantor BMKG Komplek Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Selasa (14/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

“Hujan ini berpotensi longsor. Sehingga perlu berhati-hati,” ungkapnya, Selasa (14/5/2019) hari ini.

Hujan juga diperkirakan terjadi pada siang, sore, dan malam hari.

Sehingga, para pengguna jalan disarankan memilih waktu pagi hari jika ingin menghindari guyuran hujan selama perjalanan.

Sedangkan untuk potensi longsor, pengguna jalan juga disarankan agar berhati-hati melalui jalur kebun kopi.

Selain potensi longsor, guyuran hujan lebat juga bisa membahayakan pengguna jalan jika tidak berhati-hati berkendara.

“Maka dari itu, jangan pilih waktu hujan turun. Pilih pagi hari, supaya di perjalanan aman dan bisa menghindari jika sewaktu-waktu ada longsor,” jelasnya.

Berdasarkan informasi BMKG Palu, hujan ini disebabkan oleh masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau.

Sehingga wilayah yang seharusnya sudah mulai kemarau, masih diguyur hujan hingga beberapa hari ke depan.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved