Palu Hari Ini

Palu Hari Ini: Sulit Mendapatkan Pekerjaan, Pengungsi di Palu Pilih Berkebun Jagung

Kondisi penyintas di GOR Madani itu diperparah pasca-pemerintah setempat menghentikan penyaluran jaminan hidup sejak April 2019 lalu.

Penulis: Haqir Muhakir |
TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
koordinator pengungsi di GOR Madani Palu, Gusti Muhammad Rifai, memperlihatkan kebun jagung dan kacang hijau yang digarap penyintas Kelurahan Talise, Kota Palu, Selasa (16/7/2019) siang. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kehilangan harta benda dan berbulan-bulan tinggal di area pengungsian, membuat ekonomi korban tsunami di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, kian terpuruk.  

Khususnya para penyintas yang masih bertahan di shelter pengungsian tenda darurat di halaman Gedung Olahraga (GOR) Madani.

Kondisi penyintas di GOR Madani itu diperparah pasca-pemerintah setempat menghentikan penyaluran jaminan hidup sejak April 2019 lalu.

Sehingga penyintas cukup kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-sehari.

Bertahan Hidup di Pengungsian, Penyintas di Kelurahan Talise Menjual Kerajinan Bunga Berbahan Sabun

“Sebagian besar hanya bekerja sebagai buruh kasar harian, yang tidak pasti dan menentu,” ungkap Koordinator Posko Pengungsian, Gusti Muhammad Rifai, Selasa (16/7/2019) siang.

Berbulan-bulan tinggal di pengungsian dengan tenda darurat, tanpa pekerjaan yang jelas, memaksa sejumlah penyintas di lokasi itu memanfaatkan lahan kosong untuk berkebun jagung dan kacang hijau.

Lahan kosong milik pemerintah digarap para penyintas setelah mendapat restu dari Wali Kota Palu.

koordinator pengungsi di GOR Madani Palu, Gusti Muhammad Rifai, memperlihatkan kebun jagung dan kacang hijau yang digarap penyintas Kelurahan Talise, Kota Palu, Selasa (16/7/2019) siang.
koordinator pengungsi di GOR Madani Palu, Gusti Muhammad Rifai, memperlihatkan kebun jagung dan kacang hijau yang digarap penyintas Kelurahan Talise, Kota Palu, Selasa (16/7/2019) siang. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Gusti menginisiasi hal itu dan mengajak delapan penyintas lainnya untuk membersihkan lahan sekitar lokasi pengungsian.

Masing-masing penyintas mendapatkan lahan untuk menanam jagung dan kacang hijau.

Keputusan berkebun jagung dan kacang hijau dilakukan para penyintas sejak tiga bulan lalu.

Palu Hari Ini: Penyintas Bencana di Talise Kota Palu Berharap Segera Pindah ke Huntara

Bahkan, kata Gusti, mereka sudah pernah melakukan panen sekali meski jagung hasil panen memiliki ukuran tongkol yang kecil.

Sehingga mereka memutuskan tidak menjual hasil panen dan membagikannya kepada para penyintas di pengungsian untuk dikonsumsi bersama-sama.

“Kecil buah jagunganya, karena di daerah sini daerah kurang air, daerah kering, tapi semoga hasil panen kali ini bisa lebih bagus dan bisa dijual,” jelas Gusti.

Palu Hari Ini: Diusir Dari Huntara, Nenek Korban Bencana Palu Ini Terpaksa Bangun Rumah Sendiri

Untuk bibit jagung dan kacang hijau sendiri, penyintas di lokasi itu mendapat bantuan dari dermawan yang ikhlas membawakan bibit jagung dan kacang hijau.

Hingga Selasa (16/7/2019) sore, jumlah pengungsi di halaman GOR Madani Palu mencapai 84 kepala keluarga dengan 321 jiwa.

Sebagian besar kepala keluarga kesulitan mencari pekerjaan tetap dan hanya berharap menjadi buruh kasar harian. (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Sumber: Tribun Palu
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved