Aktrivitas Gunung Karangetang Meningkat, PVMBG Umumkan Zona Bahaya di Sekitarnya

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani umumkan zona berbahaya di Gunung Karangetang pada Senin (11/2/2019).

Aktrivitas Gunung Karangetang Meningkat, PVMBG Umumkan Zona Bahaya di Sekitarnya
TribunManado/Alpen Martinus
Guguran lava dari Gunung Karangetang di Sulawesi Utara. 

TRIBUNPALU.COM - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani mengimbau warga dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas di zona bahaya Gunung Karangetang, Sulawesi Utara pada Senin (11/2/2019).

Perlu diketahui, Gunung Karangetang kembali melakukan aktivitas vulkaniknya, seperti guguran lava yang terjadi sejak November 2018.

Bahkan, aktivitas guguran lava Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara mengalami peningkatan sejak Sabtu (2/2/2019) pukul 06.00-12.00 WITA.

"Saat ini erupsi yang paling dominan terjadi di Gunung Karangetang bersifat efusif (guguran lava dan guguran awan panas), dan berpotensi untuk erupsi eksplosif berskala kecil," ujar Kasbani saat dihubungi Kompas.com pada Senin (11/2/2019).

Gunung Karangetang di Sulawesi Utara.
Gunung Karangetang di Sulawesi Utara. (kompas.com)

Oleh karena itu, PVMBG merekomendasikan warga Kampung Batubulan, Kampung Niambangeng, dan Kampung Beba untuk melakukan evakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava maupun awan panas.

Aktivitas vulkanik juga berdampak pada kerusakan material, seperti jalan akses menuju Kampung Batubulan yang tertutup material vulkanik hingga mencapai 50 meter dengan luasan 300 meter persegi.

"PVMBG merekomendasikan zona perkiraan bahaya yang meliputi radius 2,5 km dari puncak Kawah Dua dan Kawah Utama," ujar Kasbani

Kemudian, PVMBG juga menetapkan untuk wilayah sektoral dari puncak ke arah Barat-Barat Laut sejauh 3 km dan ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km sebagai zona berbahaya.

Dampak aktivitas vulkanik tersebut juga mengakibatkan 33 KK (122 orang) mengungsi di Penampungan Paseng, 11 KK (39 orang) mengungsi di Sekolah GMIST Batubulan, dan 9 KK (29 orang) mengungsi di rumah-rumah kerabat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara juga melaporkan bahwa dua jembatan kampung tersebut rusak berat akibat dampak aktivitas vulkanik Gunung Karangetang.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved