Selasa, 9 Juni 2026

Relasi Kim Jong Un dan Donald Trump: dari Saling Ejek hingga 'Mesra'

Pertemuan kedua Donald Trump dan Kim Jong Un di Hanoi, Vietnam menjadi babak baru bagi hubungan kedua pemimpin negara tersebut.

Tayang:
Editor: Imam Saputro
Next Shark
Kolase Donald Trump dan Kim Jong Un 

TRIBUNPALU.COM - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengadakan pertemuan kedua di Hanoi, Vietnam.

Pertemuan tersebut diagendakan untuk membahas denuklirisasi dan digelar pada 27-28 Februari 2019.

Tentu ini melanjutkan cetakan sejarah baru antara hubungan kedua pemimpin negara tersebut.

Relasi antara Kim Jong Un dan Donald Trump memang menjadi sorotan dunia.

Yang awalnya saling ejek, kini keduanya tampak bersahabat.

Dikutip TribunPalu.com dari laman channelnewsasia.com, Donald Trump mengatakan Korea Utara akan menjadi Macan Ekonomi Asia baru jika negara tersebut menghentikan program nuklirnya.

Donald Trump yang kerap menyebut dirinya sebagai satu di antara negosiator terbaik dunia, mengatakan Korea Utara dapat menjadi seperti Vietnam.

Vietnam dulu adalah negara komunis yang pernah terlibat konflik dengan Amerika Serikat, tetapi kini dua negara tersebut menjadi mitra perdagangan.

Pada Rabu (27/2/2019), Donald Trump menge-tweet tentang potensi 'keren' (Awesome) Korea Utara jika 'kawan karibnya' Kim Jong Un menghentikan program nuklirnya.

Sebelum pertemuan pertama mereka yang berlangsung di Singapura pada Juni 2018 lalu, Donald Trump dan Kim Jong Un saling menghina satu sama lain.

Donald Trump menyebut Kim Jong Un dengan istilah 'rocket man' dan Kim balik menyebutnya 'dotard.'

Mengutip laman cnn.com, istilah 'dotard' dalam bahasa Korea yang disebut Kim Jong Un merupakan terjemahan bahasa Inggris dari kata 늙다리미치광이" ("neulg-dali-michigwang-i") yang secara harfiah bermakna 'si tua gila.'

Mengingat keadaan saat itu di mana Korea Utara sedang sibuk mengujicoba rudal dan nuklir bawah tanah, banyak analis yang khawatir dua negara tersebut berpotensi perang.

Kini, Donald Trump seakan berbicara tentang 'persahabatan akrab dan cinta'.

Presiden AS tersebut juga mengklaim, kebijakannya yang inovatif-lah yang meredakan ancaman dari Kim Jong Un.

Sumber: Tribun Palu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved