Ketua Pansus P3B DPRD Provinsi Sulteng Sebut Mekanisme Pencairan Dana Stimulan Terlalu Berbelit

Dana stimulan yang dijanjikan pemerintah pusat bagi korban bencana di Kota Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi-Moutong hingga sekarang belum diberikan.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (P3B) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Yahdi Basma. 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Dana stimulan yang dijanjikan pemerintah pusat bagi korban bencana alam di Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi-Moutong (Pasidomu) yang kehilangan tempat tinggalnya, hingga saat ini belum diberikan.

Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (P3B) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Yahdi Basma mengatakan, hal itu disebabkan karena mekanisme pencairan dana stimulan sangat berbelit.

Dana stimulan hunian tetap (huntap), kata Yahdi, memang direncanakan pemerintah dengan sejumlah mekanisme yang disebut sebagai prosedur standar, berdasarkan peraturan BNPB dan Kementerian.

"Yang kami mau tolak, berdasarkan aspirasi yang berkembang di tengah shelter pengungsian ialah berikan hak korban tersebut secara tunai," katanya.

"Kan bisa otoritas keuangan negara kita memerintahkan kepada Bank Indonesia untuk membuka rekening korban yang datanya sudah ada di pihak pemerintah, lalu digelontorkan di nomor rekening tersebut," tambahnya.

Ketua Forum Korban Likuifaksi Petobo itu juga menyebut, mekanisme penyaluran dana stimulan yang berbelit-belit itu, menjadi sesuatu yang tidak efisien.

Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (P3B) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Yahdi Basma.
Ketua Pansus Pengawasan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana (P3B) DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Yahdi Basma. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

"Bayangkan berapa banyak lagi uang yang digelontorkan untuk menghonor sejumlah tenaga asistensi, menghonor sejumlah babinsa, mengeluarkan biaya administrasi pembentukan kelompok masyarakat, buat proposal, dan lain sebagainya," ujarnya.

Untuk itu, Yahdi berharap, stimulan untuk korban yang rumahnya hilang atau rusak berat senilai Rp50 juta langsung diberikan kepada korban satu per satu, baik secara tunai maupun melalui rekening pribadi milik korban.

Dengan begitu, korban bisa membangun huniannya sendiri, berdasarkan standar masing-masing.

Lebih lanjut kata Yahdi, korban bencana Pasidomu tahu persis cara membeli bahan bangunan yang tepat.

Halaman
12
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved