Terkini Palu

Bukan dengan Tanggul, Walhi Sulteng Minta Pemerintah Bentengi Pantai Palu dengan Mangrov

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulteng rencana Kementrian PUPR untuk membangun tanggul bukan solusi terbaik

Bukan dengan Tanggul, Walhi Sulteng Minta Pemerintah Bentengi Pantai Palu dengan Mangrov
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Kondisi terkini jalan Rajamoili, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Palu, Sulawesi Tengah, usai diterjang tsunami. 

Bukan Tanggul, Walhi Sulteng Minta Pemerintah Bentengi Pantai Palu dengan Mangrove

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) rencananya akan membangun tanggul di sepanjang pesisir Kota Palu.

Direncanakan, tanggul penghalang gelombang pasang itu dibangun sepanjang tujuh kilometer.

Tanggul yang direncanakan membentang mulai dari Kelurahan Silae hingga ke kawasan penggaraman Pantai Talise ini, ternyata menuai sejumlah penolakkan.

Bukan hanya warga, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulteng pun angkat bicara.

Manager kampanye Walhi Sulteng, Stevandi menganggap rencana membangun tanggul tersebut bukan solusi terbaik untuk pemulihan kawasan pesisir Teluk Palu.

Nekat Gadaikan Motor Teman, Pria 22 tahun di Palu Ini Ditangkap Polisi

"Kalau Pemerintah membangun tanggul beton, itu artinya pemerintah membuka ruang aktivitas publik lagi di situ," katannya kepada Tribunpalu.com, Senin (18/3/2019).

Bukan hanya aktvitas publik, kata Stevandi, tidak menutup kemungkinan dengan adanya tanggul, akan ada pembangunan pemukiman baru.

Stevandi meminta agar pemerintah lebih memikirkan sesuatu yang akan dihadapi puluhan tahun mendatang.

"Kita mau di wilayah sepanjang teluk palu ada budi daya mangrove," katanya.

Halaman
12
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved