Breaking News:

Terkini Sulteng

Belum Tahan Ketua DPRD Morut atas Kasus Tipikor, Wadir Ditreskrimsus Polda Sulteng: Masih Penyidikan

Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Sulteng, AKBP Setiadi Sulaksono mengemukakan bahwa pihaknya belum melakukan penahanan Ketua DPRD Morowali Utara

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Wadir Ditreskrimsus Polda Sulteng, AKBP Setiadi Sulaksono. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulteng, AKBP Setiadi Sulaksono mengemukakan bahwa pihaknya belum melakukan penahanan terhadap Ketua DPRD Morowali Utara, Syarifuddin Madjid.

"Terkait dengan kasus Morowali Utara, sekarang masih dilakukan proses penyidikan," jelasnya Rabu (20/3.2019.

Kata Setiadi, belum ditahannya Syarifuddin Madjid karena alasan subjektivitas dan objektivitas.

"Ia tidak melarikan diri, itu hal-hal yang subjektivitas, nanti penyidik yang menentukan ini belum dilakukan penahanan," ujarnya.

Saat ini kata Setiadi, Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Ditreskrimsus Polda Sulteng telah melakukan pemeriksaan terhadap 45 orang saksi, serta delapan orang ahli.

Ketua DPRD Morowali Utara Penuhi Panggilan Polda Sulteng Sebagai Tersangka Tiga Kasus Korupsi

Selain itu penyidik telah melakukan gelar perkara dan telah menetapkan tersangka, salah satunya ialah Syarifuddin Majid.

"Dan juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap beberapa tersangka," ujarnya.

"Namun ada sebagian yang belum hadir, nanti akan dilakukan pemanggilan kedua," tambahnya.

Untuk diketahui sebelumnya, Ketua DPRD Morwali Utara Syarifuddin Majdjid sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan di Mapolda Sulawesi Tengah.

Ketua DPRD Morowali Utara, Syarifudin Majid
Ketua DPRD Morowali Utara, Syarifudin Majid (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Tipu Nasabah, Kepala Kantor BPD Bahomotefe Morowali, Sulteng Diamankan

Syarifuddin Madjid telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan tanah rujab DPRD, perencanaan gedung baru DPRD Morut dan pelaksanaan pembangunan gedung baru DPRD Morut yang mencapai kerugian lebih dari Rp8 Miliar.

"Kasus pengadaan tanah rujab senilai Rp210.496.000, perencanaan Rp260.496.000 dan pembangunan gedung sampai 8.022.327.333," jeasnya.

Terkait apakah Bupati Morut Aptripel Tumimomor akan menyusul Syarifuddin, Setiadi enggan menjelaskan lebih jauh.

"Kalau pak bupati masih dalam proses penyidikan. Kita perlu memeriksa beberapa ahli dari jakarta. Kami menunggu mungkin awal-awal bulan untuk hadir memberikan keterangan," tandasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved