Curah Hujan Tinggi, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Bandang Susulan Sentani, Jayapura

BMKG mewanti-wanti Bupati Jayapura, Papua, Mathius Awaitaouw, untuk mewaspadai potensi banjir bandang susulan

Curah Hujan Tinggi, BMKG Ingatkan Potensi Banjir Bandang Susulan Sentani, Jayapura
KOMPAS.com/DHIAS SUWANDI
Banjir bandang menerjang Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Sabtu (16/3/2019) malam hingga Minggu dini hari. 

TRIBUNPALU.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mewanti-wanti Bupati Jayapura, Papua, Mathius Awaitaouw, untuk mewaspadai potensi banjir bandang susulan di Jayapura.

Menurut rilis yang diterima dari BMKG, potensi tersebut diperkirakan dengan memperhatikan adanya pengaruh kondisi lokal, dan adanya pertemuan aliran udara yang terjadi akibat sistem pola tekanan rendah di utara Papua.

Kondisi tersebut dapat berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan awan dan hujan di wilayah Jayapura

Selain itu, perlu diwaspadai pula pola pertemuan aliran udara dan pertumbuhan awan di Papua bagian selatan, sebagai dampak adanya pengaruh siklon tropis Trevor, yang saat ini masih berada di Teluk Carpentaria, di sebelah selatan Papua.

Dengan adanya beberapa fenomena di atas, maka lima hari hingga sepekan ke depan curah hujan diprediksi masih cukup tinggi di Papua.

"Dalam kurun waktu lima sampai tujuh hari ke depan, hujan masih akan mengguyur Jayapura dengan intensitas sedang hingga lebat dari malam hingga dini hari. Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada dengan kondisi cuaca tersebut," ungkap Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat berkunjung ke Posko Induk Banjir Sentani di Kompleks Bupati Jayapura, Gunung Merah, Kamis (21/3/2019).

Siklon Tropis Trevor, kata Dwikorita, di selatan Nusa Tenggara Timur juga sedang muncul Siklon Tropis Veronica.

Meskipun jaraknya sekitar 600 kilometer dari pantai NTT, dapat berdampak pada pertumbuhan awan hujan yang signifikan di wilayah Jawa, Bali, NTB, dan NTT serta ketinggian gelombang laut yang mencapai 4 - 6 meter di perairan selatan Jawa hingga NTT.

Menurutnya, ada sejumlah tanda yang bisa menjadi alarm peringatan dini saat terjadinya banjir bandang.

Di antaranya, air sungai yang tiba-tiba berwarna keruh atau mengalir bersama lumpur, pasir, serta ranting dan batang kayu.

Halaman
12
Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved