Breaking News:

Meski Musim Angin Kencang dan Ombak Tinggi, Nelayan Teluk Palu Tetap Melaut

Nelayan Teluk Palu asal Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat tetap melaut, hingga Sabtu (23/3/2019) meski sedang musim angin kencang dan ombak tinggi.

TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Nelayan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat saat menyiapkan perahu, Sabtu (23/3/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Nelayan Teluk Palu asal Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat tetap melaut, hingga Sabtu (23/3/2019).

Mereka tetap melaut meskipun saat ini sedang musim angin kencang dan ombak tinggi.

Para nelayan turun melaut saat subuh dan malam hari.

Hal itu mereka lakukan karena harus memenuhi kebutuhan hidup.

Selain itu, juga untuk memanfaatkan momentum musim angin kencang.

Nelayan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat saat menyiapkan perahu, Sabtu (23/3/2019).
Nelayan di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat saat menyiapkan perahu, Sabtu (23/3/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Sebab saat musim angin kencang, jumlah nelayan yang melaut lebih sedikit.

"Otomatis ikan lebih sedikit, makanya kita tetap melaut," ujar Badar Usman, satu di antara nelayan asal Kelurahan Lere.

Meski begitu kata Badar, tidak semua jenis ikan mengalami kenaikan harga di tingkat nelayan.

Seperti ikan Salur, harganya justru turun dari Rp32 ribu per kilogram menjadi Rp25 ribu per kilogram.

"Kalau lamale (udang kecil, red.) dan katombo yang naik (harganya, red.)," tambahnya.

Nelayan pesisir pantai Kelurahan Lere, saat menyiapkan perahu dan alat tangkap ikan, Sabtu (23/3/2019).
Nelayan pesisir pantai Kelurahan Lere, saat menyiapkan perahu dan alat tangkap ikan, Sabtu (23/3/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Nelayan di Teluk Palu sudah kembali melaut, pasca bencana alam 28 September 2018.
Nelayan di Teluk Palu sudah kembali melaut, pasca bencana alam 28 September 2018. (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Sebelumnya diberitakan pula, sebagian nelayan di Teluk Palu mengaku sampai saat ini belum mendapat sentuhan program bantuan pemulihan pasca bencana.

Menurut pengakuan mereka, para nelayan berusaha mandiri dengan membeli perahu dan alat tangkap ikan secara swadaya.

"Beli sendiri, yang dapat bantuan itu hanya sebagian," ujar Jafar, satu di antara nelayan yang berasal dari Kelurahan Lere.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved