Breaking News:

Terkini Sulteng

Peringati Hari Air Sedunia, Ratusan Anak Penyintas Bencana di Sigi Dapat Edukasi Manajemen Air

Ratusan anak penyintas bencana gempa dan likuifaksi Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, mengikuti hygiene promotion , Minggu (24/3/2019).

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Ratusan anak penyintas bencana gempa dan likuifaksi Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengikuti kegiatan hygiene promotion alias promisi kebersihan, Minggu (24/3/2019). Promosi keberaihan yang dilakukan dengan aksi gerakan cuci tangan pakai sabun ini, merupakan rangkaian peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret. 

TRIBUNPALU, SIGI - Ratusan anak penyintas bencana gempa dan likuifaksi Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengikuti hygiene promotion alias promosi kebersihan, Minggu (24/3/2019).

Kegiatan yang digagas oleh Jejaring Mitra Kemanusiaan (JMK) Oxfam ini, dipusatkan di Posko 3 Jono Oge, Desa Pombewe, Kecamatan Sigi Biromaru.

Promosi keberaihan yang dilakukan dengan aksi gerakan cuci tangan pakai sabun ini, merupakan rangkaian peringatan Hari Air Sedunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret.

Project Officer Public Health Engineering, JMK Oxfam, Evitasari mengungkapkan, promosi kebersihan sendiri sangat penting karena merupakan bagian mendasar dari kegiatan air dan sanitasi.

Guncangan Gempa Terasa Enam Kali di Dataran Tinggi di Poso 90 Menit, Empat Kali di Desa Taipa

"Kami berupaya meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mencegah penyakit yang berkaitan dengan praktik kebersihan yang buruk," ungkapnya.

Ratusan anak penyintas bencana gempa dan likuifaksi Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengikuti kegiatan hygiene promotion alias promisi kebersihan, Minggu (24/3/2019)
Ratusan anak penyintas bencana gempa dan likuifaksi Desa Jono Oge, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengikuti kegiatan hygiene promotion alias promisi kebersihan, Minggu (24/3/2019) (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Evitasari menjelaskan, edukasi cuci tangan dilakukan untuk membangun rasa kepedulian generasi muda, khususnya di Kabupaten Sigi yang saat ini dilanda kekeringan.

"Kita semua tahu bahwa Beberpa kecamatan di Sigi dilanda kekeringan karena rusaknya jaringan irigasi, sehingga perlu bijak menggunakan air," tuturnya.

Evitasari mengaku sangat mengapresiasi semangat warga untuk bangit.

Bagaimana mereka antusias bergotong royong saat pembangunan pipa sarana air dari sumber menuju ke kamp pengungsian

"Jadi kami melihat partisipasi yg sangat tinggi, itu sangat baik," ujarnya.

Prakiraan Cuaca Sulawesi Tengah, Minggu (24/3/2019), Palu dan Donggala Cerah Berawan

Khusus di Kabupaten Sigi ujar Evitasari, pihaknya menggelar banyak keguatan.

Diantaranya lomba menggambar dan mewarnai kategori TK sampai dengan SMP.

Selain itu, sebelumnya juga dilaksanakan aksi penanaman pohon.

"Ada juga pameran foto dan penampilan pantomim," jelasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved