Pengemudi Taksi Online Demo Kantor Grab di Palu

Puluhan pengemudi taksi online mendatangi Kantor Grab di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur

Pengemudi Taksi Online Demo Kantor Grab di Palu
TribunPalu.com/Muhakir Tamrin
Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Puluhan pengemudi taksi online mendatangi Kantor Grab di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur, Senin (25/3/2019).

Aksi puluhan pengemudi taksi onlkne itu diterima perwakilan Grab Kota Palu di halaman kantor, dengan pengawalan pihak kepolisian.

Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019).
Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019). (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Aksi pengemudi dilakukan untuk meminta keterbukaan atau transparansi tarif yang dinilai ditutup-tutupi oleh manajemen Grab Cabang Palu.

Koordinator aksi, Adiyanto mengatakan, driver taksi online yang tergabung dalam Aliansi Grab Car Kota Palu merasakan ketidakadilan yang dilakukan pengelola aplikasi Grab Kota Palu.

Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019).
Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019). (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Pemuda Muhammadiyah Sulteng Anggap Tulisan Din Syamsuddin Sudah Tepat

Menurutnya, aplikator Grab Kota Palu secara seenaknya mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan nasib mitra Grab.

Ketidakadilan yang dirasakan mitra Grab itu, yakni tarif yang selalu berubah, tanpa ada penjelasan dari pihak pengelola aplikasi.

Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019).
Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019). (TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

"Tarif yang diberlakukan menurut kami tidak jelas. Masa iya, titik order dari rumah yang bersebelahan dengan tujuan yang sama, tapi tarifnya beda sampai Rp7.000," ujarnya.

Belum lagi suspend aplikasi dan denda yang kerap dikenakan pada mitra, tanpa penjelasan apa pun.

Video Viral di Instagram, Pengendara Motor Nekat Terjang Banjir Akhirnya Terseret Hingga 300 Meter

Olehnya itu, pihaknya meminta pihak pengelola aplikasi Grab Kota Palu, agar lebih transparan terkait dengan tarif yang diberlakukan.

Menanggapi hal itu, Perwakilan Grab Kota Palu, Mail mengungkapkan, bahwa pihaknya akan kembali menetapkan traif batas bawah dan batas atas pada Senin (1/4/2019) pekan depan.

"Sedangkan untuk memberikan tarif, saya belum bisa. Karena harus seizin kantor pusat," jelas Mail.

Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019).
Puluhan pengemudi taksi online mitra Grab mendatangi kantor Grab Kota Palu di Jalan Sam Ratulangi, Senin (25/3/2019). (TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin)

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved