Breaking News:

Terkini Sulteng

Kegiatan Produksi IKM di Sigi Kembali Bergeliat pasca Bencana

Enam bulan pasca bencana, usaha dan kegiatan produksi industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali bergeliat

TRIBUNPALU.COM Muhakir Tamrin
Salah seorang pelaku IKM yang mulai melakukan kegiatan produksi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulteng, Jumat (29/3/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Enam bulan pasca bencana, usaha dan kegiatan produksi industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, kembali bergeliat, Jumat (29/3/2019).

Salah seorang yang melakoninya yaitu Dewi Murni, pemilik rumah produksi cokelat khas Sulteng.

Rumah produksi milik Dewi, Warga Kecamatan Sigi Biromaru itu, berada di kawasan Pasar Rakyat Ranggulallo Desa Mpanau Kecamatan Sigi Biromaru.

Saat ini cokelat hasil olahan Dewi kembali memenuhi permintaan para pelanggannya.

"Saat ini kita produksi 8 varian rasa cokelat. Dan sudah dikirim setiap hari ke pelanggan," ujarnya.

Jamaah Kehujanan Saat Salat Jumat, Ketua DMI Palu: Kami Akan Kunjungi Masjidnya

Kembalinya kegiatan produksi sejumlah IKM di Daerah itu antara lain karena dorong bantuan rumah produksi dan alat produksi.

Sebab, akibat bencana alam 28 September 2018 lalu, tak sedikit pelaku IKM tidak bisa produksi.

Karena tempat mereka rusak dan alat produksi mereka tidak bisa digunakan.

Dewi Murni, merupakan satu dari 14 IKM yang mendapat bantuan rumah produksi dan alat produksi dari Kementerian Perindustrian RI.

Saat ini, Dewi sudah bisa mengolah cokelat hingga 5 kilogram dalam sehari.

Untuk bahan baku, Dewi menggunakan bahan baku cokelat hasil olahan cokelat biji di Rumah Cokelat Kota Palu.

Atap Masjid Darurat di Kota Palu Bocor, Jamaah Kehujanan Saat Salat Jumat

"Itu hulunya, kita di sini hilirnya. Jadi kita kerjasama dengan rumah cokelat. Mereka yang sediakan bahan setengah jadi untuk kemudian kami olah kembali," terangnya.

Tetali kata Dewi, yang saat ini masih masih jadi tantangan yaitu kondisi cuaca panas di rumah produksi.

"Jadi kita produksinya itu malam hari, tidak bisa siang. Karena cuaca di sini panas, jadi cokelat cepat meleleh," jelasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved