Kasus TKI Ilegal Asal Poso, Kabid Humas Sebut Sudah Diserahkan ke Kejaksaan

Kasus pemberangkatan delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kota Poso, Sulawesi Tengah, telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Poso.

Kasus TKI Ilegal Asal Poso, Kabid Humas Sebut Sudah Diserahkan ke Kejaksaan
Humas Polda
Kasus pemberangkatan delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal asal Kota Poso, Sulawesi tengah, telah diserahkan ke Kejaksaan negeri Poso. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Kasus pemberangkatan delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal asal Kota Poso, Sulawesi Tengah, telah diserahkan ke Kejaksaan Negeri Poso.

"Berkas perkara TKI ilegal, statusnya sudah tahap dua, tersangka beserta barang bukti telah diserahkan ke Kejari Poso tanggal 12 Maret 2019 kemarin," kata Kabid Humas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, Senin (1/4/2019).

Didik mengatakan, dari kasus pemberangkatan delapan TKI ilegal ini, polisi mengamankan satu orang tersangka bernama Risna Pea (33) warga Desa Lembo Mawo, Poso.

Kasus pemberangkatan delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal asal Kota Poso, Sulawesi tengah, telah diserahkan ke Kejaksaan negeri Poso.
Kasus pemberangkatan delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal asal Kota Poso, Sulawesi tengah, telah diserahkan ke Kejaksaan negeri Poso. (Humas Polda)

“TKI ilegal itu diamankan Ditreskrimsus Polda Sulteng karena tidak memiliki dokumen yang sah," terangnya.

Didik mejelaskan, tersangka Risna serta delapan TKI tersebut diamankan di Bandara Mutiara Sis Aldjufri Palu pada 13 Januari 2019.

Dari hasil penyelidikan terhadap calon TKI itu, ternyata mereka tidak memiliki dokumen yang dipersyaratkan.

Kasus pemberangkatan delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal asal Kota Poso, Sulawesi tengah, telah diserahkan ke Kejaksaan negeri Poso.
Kasus pemberangkatan delapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) illegal asal Kota Poso, Sulawesi tengah, telah diserahkan ke Kejaksaan negeri Poso. (Humas Polda)

"Mereka tujuannya ke Singapura melalui jalur Kota Batam Kepri," tuturnya.

Didik mengungkapkan, tersangka Risna Pea menjanjikan pekerjaan kepada delapan orang warga Poso sebagai pembantu rumah tangga di Singapura.

Pekerjaan itu ia janjikan dengan iming-iming gaji sebesar Rp5.800.000 per bulan.

Sementara biaya transportasi dan akomodasi akan ditanggung oleh tersangka.

Namun, sebagai gantinya akan dipotong selama enam bulan dari gaji masing-masing calon TKI itu.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved