Tergantung Kondisi Tanah di Pesisir Pantai, BPBD Palu Sebut Penanaman Mangrove Harus Dikaji Ulang

Kepala BPBD Kota Palu Presly Tamlubolon mengatakan restorasi pesisir pantai Teluk Palu dengan mangrove perlu dikaji ulang

Tergantung Kondisi Tanah di Pesisir Pantai, BPBD Palu Sebut Penanaman Mangrove Harus Dikaji Ulang
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Pesisir Pantai Palu pasca-bencana 

TRIBUNPALU.COM - Pengkajian pembangunan pasca-bencana di Teluk Palu terus dilakukan.

Sebagai mitra pemerintah dalam rekonstruksi pascabencana di Provinsi Sulawesi Tengah, Japan International Cooperative Agency (JICA), merekomendasikan pembangunan tanggul di Teluk Palu.

Namun, sebagian warga di Provinsi Sulteng menolak pembangunan Tanggul Teluk Palu dan lebih memilih penanaman pohon mangrove.

Menanggapi hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu Presly Tamlubolon mengatakan, jika memang pesisir pantai Teluk Palu harus ditanami mangrove ketimbang membangun tanggul, maka harus dipikirkan kembali.

"Untuk pesisir pantai, perlu dikaji lagi, apakah kita membutuhkan tanggul permanen/buatan atau tanggul alami,"ujarnya, Kamis (11/4/2019) sore.

Jika memang membutuhkan tanggul alami, lanjutnya, maka harus dikaji terlebih dulu, cocok atau tidak.

Sebab, kondisi pesisir pantai Teluk Palu tidak semua dasarnya tanah keras.

Misalnya pantai di bagian barat yang berpasir.

"Kalau sebelah utara mungkin masih bisa," tambahnya.

Untuk vegetasi sendiri pihaknya menggelontorkan sebanyak Rp40 miliar untuk vegetasi pascabencana.

"Saya buat itu Rp40 miliar untuk vegetasi, termasuk mangrove di pesisir pantai dan kawasan lainnya,"jelasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved