Breaking News:

Sulteng Bergerak: Layanan Pemerintah Terhadap Korban Bencana Sulteng Masuk Kategori Kurang Baik

Soal pemenuhan Hunian sementara (Huntara), Sulteng Beregarak menemukan sebanyak 42 persen responden menjawab sudah terfasilitasi.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Kondisi Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, 6 bulan pasca bencana. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu mengemukakan, pada bulan September hingga Desember 2018, Sulteng Bergerak lebih fokus pada respon cepat bencana pada fase tanggap darurat.

Saat ini, mulai Januari hingga Desember 2019, pihaknya fokus pada isu kemanusiaan.

Misalnya, Advokasi Kebencanaan, Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pendidikan Kerelawanan.

"Kami melakukan survei di 25 titik dengan jumlah 1000 responden," kata Adriansa Manu, Kamis (11/4/2019).

Sulteng Bergerak Laporkann Kinerja Penanganan Bencana di Sulteng Selama Enam Bulan

Kata dia, dalam metode survei yang dilakukan, tim mengambil dua titik.

Yaitu Kabupaten Parigi Moutong satu titik, Kota Palu 15 titik, dan Sigi, 7 titik.

Lantas, apa jawaban warga terkait pelayanan yang dilakukan oleh pemerintah?

Soal pemenuhan Hunian sementara (Huntara), Sulteng Beregarak menemukan sebanyak 42 persen responden menjawab sudah terfasilitasi.

KPU Sebut 92 Persen Masyarakat Sulteng Sudah Paham Cara Pencoblosan

Namun, sebanyak 55 persen menjawabnya belum terfasilitasi.

Bahkan, ada 24 responden atau 3 persen yang tidak mengetahui sama sekali soal fasilitas pemerintah terkait hunian sementara yang layak.

Halaman
1234
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved