Breaking News:

Terkini Palu

PBHR Sulteng Sebut Kondisi Huntara yang Tidak Manusiawi Picu Kekerasan Terhadap Perempuan

Direktur PBHR Sulteng, Masita Asdjud mengatakan kondisi huntara yang dibangun tidak mempertimbangkan dari aspek privasi.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Salah satu Huntara yang dibangun oleh LSM di Desa Rogo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah 

PBHR Sulteng Sebut Kekerasan Terhadap Perempuan di Huntara Disebabkan Kondisi Huntara yang Tidak Manusiawi

TRIBUNPALU.COM - Hingga saat ini, hak-hak dasar para penyintas belum terpenuhi.

Pemenuhan hak warga yang tinggal di hunian sementara (Huntara) misalnya.

Dari hasil Assessment atau penilaian yang dilakukan oleh Perhimpunan Bantuan Hukum Rakyat (PBHR) Sulawesi Tengah, ditemukan pelbagai macam keluhan.

Selain itu, berdasarkan tinjauan di lapangan, mereka menemukan beberapa kondisi yang cukup memprihatinkan.

Masuki Masa Tenang Pemilu 2019, Bawaslu Palu Copot Alat Peraga Kampanye di Kota Palu

Direktur PBHR Sulteng, Masita Asdjud mengatakan, kondisi tersebut berdasarkan Assessment di Tiga Kecamatan.

Ialah Kecamatan Marawola, Dolo Barat dan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Kata dia, PBHR sendiri mendapat banyak pengaduan dari penghuni huntara.

Salah satunya para istri yang tidak bisa memberikan nafkah batin terhadap suami.

Itu dikarenakan kondisi huntara yang dibangun tidak mempertimbangkan dari aspek privasi.

Halaman
12
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved