Gubernur Sulawesi Tengah Pantau Pelaksanaan Pemilu di Lokasi Pengungsian Palu Barat

Selesai memilih di tempat pemungutan suara (TPS), Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola memantau TPS 8 Kelurahan Balaroa.

Gubernur Sulawesi Tengah Pantau Pelaksanaan Pemilu di Lokasi Pengungsian Palu Barat
Istimewa
Gubernur Sulawesi Selatan, H Longki Djanggola bersama Ketua DPRD Sulteng Aminuddin, saat berkunjung ke TPS di lokasi tenda darurat, Rabu (17/4/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Selesai memilih di tempat pemungutan suara (TPS), Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah H Longki Djanggola memantau langsung proses pemilihan di lokasi tenda darurat di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Rabu (17/4/2019) siang.

TPS yang dituju oleh Gubernur Sulteng H Longki Djanggola tersebut adalah TPS 8 Kelurahan Balaroa.

Selain Gubernur Longki, pada kesempatan itu juga, Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Aminuddin Ponulele, turut ikut memantau pemilihan umum.

Mereka tiba sekitar pukul 11.36 WITA.

Gubernur Longki bersama Ketua DPRD Sulteng Aminuddin, saat berkunjung ke TPS di lokasi tenda darurat, Rabu (17/4/2019).
Gubernur Longki bersama Ketua DPRD Sulteng Aminuddin, saat berkunjung ke TPS di lokasi tenda darurat, Rabu (17/4/2019). (Istimewa)
TPS 8 Kelurahan Balaroa yang dikunjungi Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, Rabu (17/4/2019).
TPS 8 Kelurahan Balaroa yang dikunjungi Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, Rabu (17/4/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Saat tiba di lokasi, Gubernur Longki dan Ketua DPRD Sulteng Aminuddin, langusng menyapa para warga penyintas.

Di lokasi pengungsian tenda darurat itu, terdapat sebanyak 10 TPS.

Saat menemui petugas TPS 8, Gubernur Longki berpesan untuk memperhatikan para pemilih yang masuk dalam daftar pemilih khusus (DPK).

"Singgah di sini lumayan lama, Pak Gubernur sempat salat di masjid dekat TPS," ujar Kalsum, Ketua TPS 8 Kelurahan.

Tercatat, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di TPS 8 Balaroa itu sebanyak 214 orang, tapi yang datang memilih hanya 161 orang.

"Sedangkan untuk DPK, yang terdaftar itu sebanyak 30 orang, tapi yang memilih hanya 25 orang," jelasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved