Breaking News:

7 Fakta Seputar Penangkapan Tersangka Jual-beli Kulit Harimau Sumatera di Bukittinggi

Polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka terkait jual beli kulit dan tengkorak hewan yang dlindungi tersebut.

TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR
Ditreskrimsus Polda Sumbar bersama BKSDA Jambi menggelar jumpa pers di Mapolda Sumbar terkait kasus jual beli bagian tubuh satwa dilindungi, Selasa (23/4/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Sejumlah fakta mengejutkan ditemukan dalam penangkapan tersangka penjual kulit harimau Sumatera yang diamankan di Bukittinggi Sumatera Barat akhir pekan lalu.

Polisi berhasil mengamankan dua orang tersangka terkait jual beli kulit dan tengkorak hewan yang dlindungi tersebut.

Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun mengenai penangkapan ini.

1. Polisi Tangkap 2 Orang

Polisi amankan dua orang tersangka terkait dalam jual beli kulit dan tengkorak harimau, tulang-belulang serta tengkorak hewan dilindungi lainnya.

Kulit dan tengkorak harimau serta bagian tubuh hewan dilindungi lainnya ditemukan di sebuah toko barang antik di Bukittinggi, Sumbar.

Dua orang tersangka berinisial S dan H diamankan oleh tim gabungan dari Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar beserta tim dari BKSDA Provinsi Jambi, dan Balai Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera.

2. Temukan Kulit Harimau Basah

Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Rokhmad Hari Purnomo pada Selasa (23/4/2019) menjelaskan, penangkapan dilakukan Jumat (19/4/2019).

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebut bahwa akan ada praktik jual beli kulit harimau Sumatera di sebuah toko barang antik di Bukittinggi.

"Tim gabungan datang ke lokasi pada pukul 13.30 WIB. Kita menemukan kulit harimau yang masih basah yang akan diperjualbelikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa tersangka berinisial S adalah pemilik toko barang antik, dan di toko itulah ditemukan tulang-belulang hewan dilindungi ini.

Ditreskrimsus Polda Sumbar menemukan kulit harimau di sebuah toko barang antik di Bukittinggi, Sumbar, Jumat (19/4/2019).
Ditreskrimsus Polda Sumbar menemukan kulit harimau di sebuah toko barang antik di Bukittinggi, Sumbar, Jumat (19/4/2019). (TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR)

3. Kepala Harimau Sudah Lama Dipajang

Saat melakukan penggeledahan pihak berwajib tidak saja menemukan kulit Harimau Sumatera.

Petugas juga menemukan bagian tubuh Harimau Sumatera lainnya seperti termasuk tengkorak.

Ironisnya tengkorak Harimau ini sudah lama dipajang di toko antik tersebut.

4. Temukan Tengkorak Tapir

Petugas tidak hanya menemukan tengkorak dan kulit harimau Sumatera.

Saat penggeledahan juga ditemukan tengkorak Tapir.

"Dalam penggeledahan, kita juga menemukan barang bukti lain, yaitu kepala tapir, tengkorak harimau. Tengkorak harimau ini sudah lama dipajang di toko antik ini," kata Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Rokhmad Hari Purnomo.

Sejumlah bagian tubuh satwa dilindungi diamankan dari sebuah toko barang antik di Bukittinggi, Sumbar baru-baru ini.
Sejumlah bagian tubuh satwa dilindungi diamankan dari sebuah toko barang antik di Bukittinggi, Sumbar baru-baru ini. (TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR)

5. Sejumlah bagian tubuh satwa diamankan dari dalam toko antik di Bukittinggi

Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Rokhmad Hari Purnomo pada Selasa (23/4/2019) menjelaskan, penangkapan dilakukan Jumat (19/4/2019).

Sejumlah bagian tubuh satwa dilindungi diamankan dari sebuah toko barang antik di Bukittinggi, Sumbar baru-baru ini.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat yang menyebut bahwa akan ada praktik jual beli kulit harimau Sumatra.

Setelah mendapat kabar, ia mendatangi sebuah toko barang antik yang ada di Jalan Ahmad Yani Kota Bukittinggi milik tersangka yang berinisial S.

6. Ada Juga Pipa Rokok dari Gading Gajah

Dari hasil pengembangan yang dilakukan terhadap tersangka berinisial S, diketahui satu tersangka lagi yang berinisial A pernah dimintai bantuan oleh seseorang untuk menjualkan kulit harimau yang sudah diawetkan.

"Tim langsung mengamankan A di rumahnya di Kelurahan Puhun Pintu Kabun, Kecamatan Mandiangin Selayan, Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bahwa di rumah A, tim gabungan juga menemukan pipa rokok yang terbuat dari gading gajah.

7. Terancam Penjara 5 Tahun

Tersangka dijerat dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf b yang berbunyi setiap orang dilarang untuk menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati," katanya.

Ditreskrimsus Polda Sumbar bersama BKSDA Jambi menggelar jumpa pers di Mapolda Sumbar terkait kasus jual beli bagian tubuh satwa dilindungi, Selasa (23/4/2019).
Ditreskrimsus Polda Sumbar bersama BKSDA Jambi menggelar jumpa pers di Mapolda Sumbar terkait kasus jual beli bagian tubuh satwa dilindungi, Selasa (23/4/2019). (TRIBUNPADANG.COM/REZI AZWAR)

Ia menambahkan, Pasal 21 ayat (2) huruf d berbunyi setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh, atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

Sedangkan, Pasal 40 ayat 2 yang berbunyi barang siapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 21 ayat (1) dan ayat (2) serta pasal 33 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun, dan denda palling banyak Rp 100 juta.

Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved