Pemilu 2019

Soal Kecurangan Pemilu, Pengamat Politik: Tidak Dilaporkan, tetapi Diviralkan di Medsos, Maunya Apa?

Tanggapi soal kecurangan pemilu, Jeirry Sumampouw mengatakan, tidak dilaporkan tetapi diviralkan, jika merasa dirugikan harus segera lapor Bawaslu.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Bicarakan kecurangan pemilu, pengamat politik: tidak dilaporkan tapi diviralkan, maunya apa? 

TRIBUNPALU.COM - Dugaan kecurangan dalam Pemilu 2019 memang santer terdengar, bahkan kerap kali viral di media sosial.

Menanggapi kecurangan pemilu, pengamat politik sekaligus Koordinator Komite Pemilih, Jeirry Sumampouw memberikan tanggapannya.

Dikutip dari Kompas.com, ia mempertanyakan pihak yang memviralkan dugaan kecurangan pemilu di media sosial tapi tidak melaporkannya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Menurutnya, jika ada pihak yang merasa dicurangi, semestinya pihak tersebut melaporkan kecurangan yang terjadi kepada Bawaslu untuk diusut dan diselesaikan,

UPDATE Real Count KPU Pilpres 2019, H-27 Pengumuman Resmi, Data Masuk 34,29% Selisih Makin Jauh

Oleh karena itu, ia mencurigai pihak yang memviralkan dugaan kecurangan tetapi tidak melapor memiliki tujuan untuk mendelegitimasi pemilu dan penyelenggaranya.

"Jadi menurut saya ada banyak viral kecurangan di medsos itu memang sengaja diproduksi untuk memdelegitimasi pemilu. Hasil pemilu dan penyelenggara pemilu. Ini yang enggak bener dari publikasi itu," ujar Jeirry di Kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Matraman, Jakarta, Kamis (25/4/2019) seperti dikutip dari Kompas.com.

Ia juga berpendapat langkah yang seharusnya dilakukan ketika menjumpai kecurangan dalam pemilu adalah melaporkannya, bukan sekadar memviralkannya.

"Mestinya langsung dilaporkan. Kalau dilaporkan kan dicari. Ini tidak dilapokan, diviralkan di medsos. Ini maunya apa? Supaya terbangun opini, supaya pemilu curang. Padahal potongannya (video) tidak utuh," lanjut dia.

Jeirry juga menyarankan apabila ingin mendapatkan keadilan, seharusnya pihak yang merasa dicurangi langsung melapor.

Jika hanya diviralkan dan tak dilaporkan, menurut Jeirry, justru terkesan aneh lantaran penyebaran kecurangan tersebut tak membuat pihak yang dirugikan mendapatkan keadilan.

Halaman
123
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved