Breaking News:

Pemungutan Suara Ulang, Ada Warga Tidak Terdaftar 'Ngotot' untuk Mencoblos di TPS 12 Mamboro

Pemungutan Suara Ulang (PSU) dilakukan di 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Palu, Sabtu (27/4/2019) hari ini.

Ist
Ist KPU, Bawaslu, dan kepolisian saat memberikan penjelasan kepada seorang ibu-ibu yang memaksa memilih di TPS 12 Kelurahan Mamboro, Sabtu (27/4/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU -- Pemungutan Suara Ulang (PSU) dilakukan di 13 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Palu, Sabtu (27/4/2019) hari ini.

Mekanisme yang diterapkan pada PSU kali ini sedikit berbeda dari pemilihan pada 17 April 2019 lalu.

Para pemilih yang terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT), Daftar Pemilih Tambahan DPTb), dan Daftar Pemilih Khusus (DPK) diberi pemberitahuan melalui formulir C6.

Pemilih yang diberi pemberitahuan melalui formulir C6 adalah pemilih yang namanya sudah tercatat pada formulir C7 pada pemilu 17 April 2019 lalu.

Ketua KPU Kota Palu Agussalim Wahid menjelaskan tidak ada alasan bagi pemilih yang tidak terdaftar sebelumnya untuk bisa memilih pada PSU.

Ist
KPU, Bawaslu, dan kepolisian saat memberikan penjelasan kepada seorang ibu-ibu yang memaksa memilih di TPS 12 Kelurahan Mamboro, Sabtu (27/4/2019).
Ist KPU, Bawaslu, dan kepolisian saat memberikan penjelasan kepada seorang ibu-ibu yang memaksa memilih di TPS 12 Kelurahan Mamboro, Sabtu (27/4/2019). (Ist)
KPU, Bawaslu, dan kepolisian saat memberikan penjelasan kepada seorang ibu-ibu yang memaksa memilih di TPS 12 Kelurahan Mamboro, Sabtu (27/4/2019).
KPU, Bawaslu, dan kepolisian saat memberikan penjelasan kepada seorang ibu-ibu yang memaksa memilih di TPS 12 Kelurahan Mamboro, Sabtu (27/4/2019). (Ist)

Namun, kondisi berbeda terjadi di TPS 12 Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara.

Di TPS tersebut terdapat seorang ibu-ibu yang memaksa untuk memilih, sementara namanya terdaftar di TPS lain pada pemilu 17 April 2019 lalu.

"TPS tidak bisa lagi melayani hal seperti itu, karena ini merupakan pelanggaran," jelasnya.

Ibu tersebut diketahui masuk DPK yang hanya menggunakan KTP-elektronik pada saat pemilu 17 April 2019 lalu.

Meski alamatnya berada di RT pelaksanaan PSU, tetapi sebelumnya dia mencoblos di TPS lain.

"Sesuai dengan peraturan KPU nomor 3 tahun 2013, kita hanya memberikan formulir C6 hanya kepada DPT, DPTb, dan DPK jika ada," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin) 

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved