Rekapitulasi Suara Berjalan Lambat di Berbagai Tingkatan, KPU Ungkap Alasannya

Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkap para petugas biasanya terkendala dengan proses pencatatan, dan penulisan data yang tidak cocok.

Rekapitulasi Suara Berjalan Lambat di Berbagai Tingkatan, KPU Ungkap Alasannya
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua KPU Arief Budiman (kiri) dan Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin (kanan) menunjukkan surat suara Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilu 2019 di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (4/1/2019). Validasi surat suara dilakukan dengan tanda tangan dari peserta pemilu yang dimana validasi ini merupakan bagian akhir proses validasi surat suara. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNPALU.COM - Rekapitulasi suara Pemilu 2019 masih terus berjalan di tingkat Kecamatan, dan Kabupaten/Kota hingga saat ini.

Bukan tanpa kendala, petugas di lapangan biasanya menemui berbagai macam masalah saat melakukannya.

Baca Juga:

Di Peringatan Hari Buruh, Prabowo Berpantun Soal Kemenangan Pilpres 2019 dan Sindir Kecurangan

Korban Banjir Sigi Ditemukan di Bawah Tumpukan Material, Evakuasi Butuh Waktu 3 Jam

Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019).
Ketua KPU RI Arief Budiman di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2019). (Tribunnews.com/Reza Deni)

Ketua KPU RI Arief Budiman mengungkap para petugas biasanya terkendala dengan proses pencatatan, dan penulisan data yang tidak cocok antara rekap di tingkat sebelumnya dengan rekap di tingkat berikutnya.

"Sampai saat ini biasanya kendala itu kendala administrasi, mereka mencatat, menulis data datanya itu tidak klop," kata Arief saat ditemui di KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, (1/5/2019).

Misalnya, ketika rekapitulasi di tingkat Kecamatan sudah selesai, kemudian diteruskan ke rekap tingkat Kabupaten/Kota, lalu petugas di tingkat itu mendapati adanya kesalahan catat atau tulis.

Maka, KPU Kabupaten/Kota harus membuka kembali dokumen rekapitulasi tingkat sebelumnya.

Karena mereka harus mencocokkan data yang salah tulis tersebut.

Hal sama juga akan dilakukan jika rekap tingkat Kecamatan ditemui kesalahan catat.

Dokumen rekap tingkat TPS juga akan dibuka lagi.

"Harus mengecek ke dokumen sebelumnya lagi. Jadi misalnya kalau di Kecamatan dia mencatat nya ada kekeliruan, maka akan dibuka lagi dokumen di tingkat TPS," jelas Arief Budiman.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved