Air Bersih dan Listrik Jadi Kebutuhan Dasar Korban Banjir yang Belum Terpenuhi di Desa Tuva

Hal yang menjadi kendala di Desa Tuva, kata Wilis adalah listrik yang tidak menyala. Sebab, tiang listrik di dusun itu tumbang akibat banjir.

Air Bersih dan Listrik Jadi Kebutuhan Dasar Korban Banjir yang Belum Terpenuhi di Desa Tuva
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kehidupan warga Desa Tuva, pasca diterjang banjir bandang, Sabtu (4/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Desa Tuva di Kecamatan Gumbasa merupakan satu di antara sejumlah desa di Kabupaten Sigi yang terdampak banjir bandang, Minggu (28/4/2019) lalu.

Wilayah RT 1 Dusun 3 menjadi salah satu titik terparah di Desa Tuva.

Di dusun itu, sebanyak delapan rumah rusak berat dengan rincian enam rumah hanyut terbawa banjir dan dua lainnya tertimbun lumpur.

Sekretaris Desa Tuva, Wilis Kapang mengatakan, saat ini kedelapan keluarga yang kehilangan rumahnya itu mendirikan posko induk untuk mengungsi.

BACA JUGA:

Link Live Streaming Final New Zealand Open 2019 Minggu 5 Mei, Laga Jonatan Christie Pukul 10.00 WIB

Update Hasil Real Count Pilpres 2019 KPU, Sabtu 4 Mei Pukul 18.30 WIB, Selisih Suara 12,3 Juta

Kisah Effendi Ghazali, Pencetus Pemilu Serentak 2019 Sedih Tiap Dengar Kabar Petugas KPPS Meninggal

Kehidupan warga Desa Tuva, pasca diterjang banjir bandang, Sabtu (4/5/2019).
Kehidupan warga Desa Tuva, pasca diterjang banjir bandang, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Mereka memanfaatkan bangunan semi permanen yang tidak berdinding sebagai posko dan dapur umum.

Posko pengungsian itu hanya berjarak sekitar 50 meter dari titik banjir terparah di dusun itu.

"Karena posisinya di sini (posko pengungsian, red) letaknya lebih tinggi jadi aman," ujarnya.

Hal yang menjadi kendala saat ini di Desa Tuva, kata Wilis adalah listrik yang sudah sepekan tidak menyala.

Sebab, tiang listrik di dusun itu tumbang dihantam banjir.

Selain itu, air bersih juga sangat sulit untuk didapatkan.

Untuk mendapatkan air bersih, mereka gunakan mesin pengisap air yang dinyalakan sekali setiap hari.

"Itu kita pakai genset (generator set), soalnya listrik belum menyala," terangnya.

BACA JUGA:

PFI Palu Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang di Kabupaten Sigi

Anggota Pramuka SMP N 15 Palu Ikut Galang Dana untuk Korban Bencana di Kabupaten Sigi

Rumah Disapu Banjir, Siswa Korban Bencana di Desa Tuva Sekolah Tanpa Seragam

Kehidupan warga Desa Tuva, pasca diterjang banjir bandang, Sabtu (4/5/2019).
Kehidupan warga Desa Tuva, pasca diterjang banjir bandang, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)
Kehidupan warga Desa Tuva, pasca diterjang banjir bandang, Sabtu (4/5/2019).
Kehidupan warga Desa Tuva, pasca diterjang banjir bandang, Sabtu (4/5/2019). (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

Kesulitan air bersih juga dirasakan Kadir dan istrinya Asmiah, warga RT 1 Dusun 3 Desa Tuva.

Kadir mengaku sangat kesulitan mendapatkan air bersih untuk keperluan mencuci baju dan perlengkapan dapur sehari-hari.

Tidak hanya Kadir, warga lainnya, Bernar, juga mengaku selama pasca banjir bandang, dirinya baru mandi tiga kali.

"Kita hanya harap air sumur untuk ditimba, karena air sungai kotor, mau pakai dap (mesin penyedot air) listrik tidak menyala," ungkapnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved