Kisah Effendi Ghazali, Pencetus Pemilu Serentak 2019 Sedih Tiap Dengar Kabar Petugas KPPS Meninggal

Pencetus Pemilu Serentak 2019, Effendi Ghazali mengatakan siap dipidana jika pihaknya bertanggungjawab atas meninggalnya 412 petugas KPPS.

Kisah Effendi Ghazali, Pencetus Pemilu Serentak 2019 Sedih Tiap Dengar Kabar Petugas KPPS Meninggal
Kompas.com/Fian
Effendi Ghazali. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pasca Pemilu Serentak 2019, tercatat jumlah anggota KPPS yang meninggal dunia mencapai 412 orang, sementara yang sakit mencapai 3.668 orang.

Hal ini tentu membuat pengaju usulan Pemilu Serentak 2019, Effendi Ghazali merasa sedih.

Pencetus usulan Pemilu Serentak 2019, Effendi Ghazali juga mengatakan siap dipidana jika memang pihaknya yang memiliki tanggung jawab atas apa yang terjadi atas meninggalnya 412 orang petugas KPPS.

"Kalau memang kami sebagai pengaju yang bertanggung jawab, kami siap, mau dipidana kek. Jangan jadi pengecut," jelas Effendi Ghazali saat wawancara dengan Tribun, Kamis (2/5/2019).

Saat ini menurutnya, ada beberapa hal yang bisa menjadi bahan perbaikan untuk pemilu berikutnya.

Pertama, parlementary threshold dinaikkan sampai 10 persen.

Sehingga, partai yang tersisa hanya tiga maksimal, tetapi presidential threshold harus tetap nol persen.

"Buat apa? Supaya anak bangsa yang baik dan pintar ini tetap bisa terpilih. Partai yang masuk parlemen ini akan tersingkir dengan sendirinya," jelas Effendi Ghazali

Kedua, keserentakan pemilu ada di tataran di pencalonan. Sementara pelaksanaan pemilu tetap seperti dulu. Pileg dulu baru pilpres.

"Sehingga tidak ada lagi oligarki kekuasaan, oligarki partai yang bermain," urainya.

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved