Bisnis dan Ekonomi

Tax Justice Sebut Bentoel Rugikan Negara hingga 14 Juta Dollar lewat Penghindaran Pajak

Lembaga Tax Justice melaporkan British American Tobacco telah melakukan penghindaran pajak di Indonesia lewat PT Bentoel Internasional Investama

Tax Justice Sebut Bentoel Rugikan Negara hingga 14 Juta Dollar lewat Penghindaran Pajak
dokumen rmba
ILUSTRASI Bentoel RMBA 

Indonesia menerapkan pemotongan pajak tersebut sebesar 20%, namun karena ada perjanjian dengan Belanda maka pajaknya menjadi 0%.

Sedangkan pinjaman asli tidak langsung dari perusahaan di Jersey karena Indonesia dan Inggris tidak memiliki perjanjian serupa.

Indonesia-Inggris memiliki perjanjian dengan penetapan tarif pajak atas bunga sebesar 10%

Dari strategi tersebut maka Indonesia kehilangan pendapatan bagi negara sebesar US$ 11 juta per tahun.

Pasalnya dari utang US$ 164 juta Indonesia harusnya bisa mengenakan pajak 20% atau US$ 33 juta atau US$ 11 juta per tahun.

Meskipun pada akhirnya Indonesia-Belanda merevisi perjanjian mereka dengan memperbolehkan Indonesia mengenakan pajak sebesar 5%.

Namun aturan tersebut baru berlaku pada Oktober 2017 yang berarti Bentoel telah selesai melakukan transaksi pembayaran bunga utang.

2. Pembayaran kembali ke Inggris untuk royalti, ongkos dan layanan

Bentoel melakukan pembayaran untuk royalti, ongkos dan biaya IT dengan total US$ 19,7 juta per tahun. Biaya tersebut digunakan untuk membayar royalti ke BAT Holdings Ltd untuk penggunaan merek Dunhill dan Lucky Strike sebesar US$ 10,1 juta, membayar ongkos teknis dan konsultasi kepada BAT Investment Ltd sebesar US$ 5,3 juta, dan membayar biaya IT British American Shared Services (GSD) limited sebesar US$ 4,3 juta.

"Dalam beberapa tahun terakhir, secara signifikan memperburuk kerugian Bentoel di Indonesia. Biaya gabungan dari pembayaran ini setara dengan 80% dari kerugian perusahaan sebelum pajak pada tahun 2016," tulis laporan tersebut.

Halaman
1234
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved