Breaking News:

Kabid Humas Polda Sulteng Sebut Kasus yang Jerat Gus Nur Bukan Kriminalisasi Ulama

Didik mejelaskan, proses penyidikan terhadap Gus Nur, merupakan upaya penegakkan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian karena adanya laporan masyarakat

Penulis: Faiz Sengka | Editor: Wulan Kurnia Putri
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Gus Nur saat menjalani pemeriksaan kesehatan di Polda Sulteng, Kamis (9/5/2019). Kasus UU ITE yang menjerat Gus Nur dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Palu.(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz). 

Penahanan tidak dilakukan karena Gus Nur masih tersandung perkara yang sama di Jawa Timur.

Untuk diketahui, kasus yang menjerat tersangka Gus Nur alias Cak Nur, bermula adanya Laporan ke Polda Sulteng.

Tanggapi Ratusan Petugas KPPS yang Gugur, Politisi PDIP: Pemilu ke Depan Harus Lebih Manusiawi

Laporan tersebut terkait unggahan di salah satu platform media sosial melalui YouTube pada bulan November 2017.

Video berdurasi 28 menit, 25 detik itu diposting oleh akun Munjiyat Channel.

Orang yang di dalam video tersebut adalah tersangka Sugi Nur Raharja alias Gus Nur alias Cak Nur yang dinilai telah melakukan ujaran kebencian terhadap salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia.

Akibat ulahnya, tersangka dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) UU No.11 Tahun 2008 tentang ITE.

Chelsea dan Arsenal Melaju ke Final Liga Europa, Liga Inggris Borong Tempat di Kompetisi Eropa

Tersangka diancam dengan pidana selama 6 tahun penjara dan pidana denda Rp.500 juta.

Didik mejelaskan, proses penyidikan terhadap Gus Nur, merupakan upaya penegakkan hukum yang dilakukan oleh Kepolisian karena adanya laporan dari masyarakat.

Karena Indonesia adalah Negara Hukum dan semua orang mempunyai kedudukan yang sama dihadapan hukum.

"Jadi tidak benar ini merupakan kriminalisasi ulama," tegasnya.

Ilmuwan Berhasil Ciptakan Plastik yang Bisa Didaur Ulang Berulang Kali

Terlebih Polda Sulteng, hingga saat ini terus bersilaturahim dengan Ulama.

Mengutus sejumlah Pejabat Utama Polda Sulteng untuk melaksanakan Program subuh berjamaah, safari Jumat dan melaksanakan safari ramadan.

"Nah, ini bentuk-bentuk penghormatan Polri untuk selalu dekat dan mencintai ulama," pungkasnya.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved