Pasca-Banjir, Akses ke Kampung Toraja di Kabupaten Sigi Hanya Bergantung pada Jembatan Darurat

Pasca-Banjir, akses ke Kampung Toraja di Kabupaten Sigi hanya bergantung pada jembatan darurat sepanjang 15 meter yang hanya berbahan kawat dan bambu

Pasca-Banjir, Akses ke Kampung Toraja di Kabupaten Sigi Hanya Bergantung pada Jembatan Darurat
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Warga saat melintasi jembatan tua di Kampung Toraja Dusun 2, Kelurahan Tuva, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Senin (13/5/2019). Jembatan ini ialah satu-satunya akses warga setelah jembatan besar di desa itu putus diterjang banjir. 

Bahkan, beberapa waktu lalu kata dia, warga bergotong royong memikul kendaraan roda dua untuk membawa hasil perkebunan ke pasar.

"Ada tiga motor yang di pindahkan ke seberang kemarin," jelasnya.

Begitu juga persoalan ibadah, karena warga di kampung itu 98 persen umat kristiani, untuk ibadah pun mereka terpaksa jalan kaki.

Tandi salah satunya, sudah dua kali ia jalan kaki menuju gereja.

Biasanya, sebelum akses jembatan putus, ia beribadah bersama kekuarga lengkap.

Namun, karena jarak menuju gereja cukup jauh dan berbukit, ia hanya membawa serta satu anaknya.

"Jaraknya sekitar 500 meter, tidak sampe 15 menit," terangnya.

Tandi berharap, agar jembatan gantung yang rusak segera diperbaiki.

Agar, warga setempat bisa beraktivitas seperti sedia kala.

"Satu saja dulu diperbaiki, kami sangat bersyukur," tandasnya.

Pantauan Tribunpalu.com, kondisi jembatan yang digunakan warga Kapung Toraja itu jauh dari kata aman.

Apalagi jembatan itu kerap dilalui oleh anak-anak.

Jembatan yang membentang sepanjang kurang lebih 15 meter itu hanya berbahan kawat dan tali, serta lantainya berbahan kayu dan bambu.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved