Soal Ancaman Pemenggalan Kepala, Jokowi Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Presiden Joko Widodo mengaku sabar meski diancam dipenggal kepalanya oleh HS (25). Meski begitu, Jokowi menyerahkan kasus tersebut ke polisi

Soal Ancaman Pemenggalan Kepala, Jokowi Serahkan Proses Hukum ke Polisi
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Dalam sambutannya di Musrenbangnas, Kamis (9/5/2019), Jokowi menyatakan, jika menang ia akan lebih berani ambil risiko dengan menghapus lembaga yang menghambat perizinan investor. 

TRIBUNPALU.COM - Presiden Joko Widodo mengaku sabar meski diancam dipenggal kepalanya oleh pelaku berinisial HS (25). Meski begitu, Jokowi menyerahkan kasus tersebut kepada pihak penegak hukum.

HS melontarkan ancaman saat demo di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, pada Jumat (10/5/2019) siang.

"Ini kan bulan puasa. Kita semuanya puasa. Yang sabar," kata Jokowi merespons ancaman tersebut seusai meresmikan Tol Pandaan-Malang di gerbang tol Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/5/2019).

"Tapi proses hukum serahkan kepada aparat kepolisian," katanya.

Tindakan HS yang mengancam akan memenggal kepala Jokowi dilaporkan oleh relawan pendukung Joko Widodo yang tergabung dalam organisasi Jokowi Mania.

HS (25) yang beralamat di Palmerah ditangkap di Perumahan Metro, Parung, Kabupaten Bogor, pada Minggu pukul 08.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pelaku dikenai pasal makar karena dianggap mengancam keamanan negara, yakni Pasal 104 KUHP.

HS juga dikenai UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yaitu pasal 27 Ayat (4) juncto Pasal 45 Ayat (1) UU No 19 Tahun 2016 perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Soal Ancaman Pemenggalan Kepala, Jokowi Serahkan Proses Hukum ke Polisi

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved