Breaking News:

Terkini Sulteng

Walhi Sulteng Sebut Dinas Kehutanan Abaikan Kaeselamatan Masyarakat di Kawasan Hutan

Stevandi menilai Dinas Kehutanan sangat lamban dalam pencegahan dan penindakan kawasan hutan.

Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Manager Kampanye Eksekutif Daerah Walhi Sulteng, Stevandi 

Walhi Sulteng Sebut Dinas Kehutanan Abaikan Kaeselamatan Masyarakat di Kawasan Hutan

TRIBUNPALU.COM, PALU - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah telah melakukan analis kawasan hutan menggunakan citra satelit belum lama ini.

Itu dilakukan untuk memastikan jumlah kerusakan hutan dari tahun ke tahun.

Dari hasil analis, Walhi menemukan beberapa titik bukaan dan kerusakan parah.

Baik itu di hulu sungai dan lereng gunung yang sangat dekat dengan aliran sungai yang ada di beberapa desa yang terdampak banjir.

"Artinya, dulu pernah ada aktifitas ilegal logging di daerah ini," tagas Meneger Kampanye Eksekutif Daerah Walhi Sulteng, Stevandi, Rabu (15/5/2019).

Maruf Amin Akan ke Palu dan Sigi dalam Waktu Dekat

Selain itu kata Stevanndi, dari hasil temuan Walhi di lapangan baru-baru ini, banjir yang terjadi adalah akibat daya dukung lingkungan yang sudah tidak lagi mampu mengikat tanah.

"Tentunya hal itu karena pohon-pohon yang besar sudah ditebang secara ilegal," ujarnya.

Sehingga setiap musim penghujan, debit air makin besar.

Berdasarkan citra satelit, sejak 2013 Walhi juga menemukan beberapa titik bukaan hutan dan kerusakan parah kawasan hutan.

"Sehingga kuat dugaan bahwa banjir yang selama ini terjadi hingga terakhir 28 April lalu adalah hasil dari kerusakan hutan beberapa tahun lalu," ungkap Stevandi.

Tapi sayangnya, problem yang sudah berulang-ulang ini belum tertangani dengan baik.

Bahkan ada upaya pembiaran yang dilakukan oleh dinas terkait dalam menangani persoalan yang terjadi di Sigi.

Tahun 2013 ujar Stevandi, Walhi Sulteng pernah mengingatkan Pemerintah Daerah dan Dinas terkait untuk melakukan rehabilitasi hutan dan normalisasi sungai agar banjir tidak terjadi lagi.

Sayangnya hingga saat ini, belum ada bentuk nyata yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah yang berakibat korban dan kerugian terus bertambah.

“Tabiat Pemerintah nanti sudah datang bencana baru melakukan penanganan, ini contoh buruk yang selalu saja ditampilkan oleh Pemerintah Daerah dan Dinas terkait," tutur Stevandi.

Stevandi menilai Dinas Kehutanan sangat lamban dalam pencegahan dan penindakan kawasan hutan.

Angin Puting Beliung Rusak Dua Rumah di Kabupaten Sigi

Sehingga perlindungan terhadap hutan dan masyarakat masih rentan terhadap banjir.

"Kita bingung dengan Dinas Kehutanan, kalau melepas kawasan bisa cepat, tapi kalau pengawasan kawasan dari kerusakan lingkungan sangat lamban," keluhnya.

"Ini potret buruk Dinas Kehutanan di Indonesia secara khusus di Sulawesi Tengah," tambah Stevandi.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved