Ramadan 2019

Sedang Haid di Bulan Ramadan? Berikut 8 Jenis Ibadah yang Dilarang dan 4 Amalan yang Bisa Dilakukan

Berikut delapan jenis ibadah yang dilarang dan empat amalan yang bisa dilakukan wanita yang sedang haid saat bulan Ramadan.

Sedang Haid di Bulan Ramadan? Berikut 8 Jenis Ibadah yang Dilarang dan 4 Amalan yang Bisa Dilakukan
buzzFeed.com via nu.or.id
Ilustrasi wanita berhijab. 

6. Thawaf

Wanita haid juga tidak diperbolehkan thawaf atau mengelilingi ka'bah.

7. Jima'

Meski sudah diikat dalam pernikahan, berhubungan badan dengan pasangan saat haid adalah perbuatan yang dilarang.

8. Bersenang-senang di sekitar organ kemaluan

Meski sedang tidak diperbolehkan ibadah, bukan berarti bebas melakukan maksiat.

Sebab, melakukannya justru mendatangkan dosa.

Bulan Ramadhan menjadi momen melipatgandakan kebaikan.

Perempuan yang sedang haid atau nifas memang mendapat batasan untuk menunaikan ibadah-ibadah tersebut.

Namun, ia bisa melakukan ibadah-ibadah lain yang jumlahnya lebih banyak, dan anjurannya memang jelas dalam dalil-dalil yang bersifat umum.

Berikut amalan-amalan ibadah bagi perempuan yang haid di bulan Ramadhan, TribunPalu.com rangkum dari laman yang sama:

1. Mencari ilmu

Mencari ilmu menjadi pilihan ibadah yang bagus bagi perempuan yang sedang haid atau nifas, baik dilakukan secara otodidak dengan membaca buku atau kitab, maupun melalui bimbingan guru dengan mendatangi majelis-majelis ilmu.

Mencari ilmu dalam Islam bersifat wajib (faridlah).

Manfaatnya yang sangat besar bagi diri sendiri dan orang lain membuat kegiatan tersebut masuk kategori ibadah, bahkan setara dengan jihad.

2. Berdzikir

Dzikir adalah perbuatan yang dianjurkan untuk siapa saja dan kapan saja. Dzikir adalah indikasi hidupnya hati.

Rasulullah dalam hadits riwayat Imam Bukhari bersabda: “Perumpamaan antara orang yang dzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati”.

Jenis dzikir sangat banyak, bisa berupa ucapa tasbih, tahmid, takbir, hauqalah, dan lain sebagainya. Aktif dalam majelis istighotsah, tahlilan, atau forum dzikir lainnya karena itu termasuk bernilai ibadah.

Dalam konteks Ramadhan, umat Islam dianugerahi kesempatan Lailatul Qadar yang disebut Al-Qur’an setara dengan serbu bulan.

Meski banyak ulama yang meyakini momen itu jatuh pada sepuluh terakhir Ramadhan, sejatinya jadwal pastinya hanya Allah yang tahu.

Perempuan haid atau nifas, sebagaimana umat Islam pada umumnya, sangat dianjurkan menfaatkan hari demi hari, detik demi detik, sepanjang bulan suci ini untuk beribadah, termasuk berdzikir.

3. Berdoa

Doa juga menjadi pilihan ibadah yang mudah dan sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang haid atau nifas.

Dalam sebuah hadits doa disebut sebagai mukhkhul ‘ibâdah (otak dari ibadah).

Doa bisa dilafalkan dengan bahasa apa saja, kapan saja, dan oleh siapa saja, termasuk oleh perempuan yang sedang haid atau nifas.

Lebih dari sekadar meminta, doa yang berakar kata dari da‘â-yad‘û-du‘â juga berarti berseru atau memanggil.

Doa mengandung ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah.

Berdoa bisa juga disebut bermunajat.

4. Melakukan Kegiatan Sosial

Di samping ibadah-ibadah yang bersifat ritual, umat Islam juga diperintahkan untuk memperbanyak kegiatan positif yang bersifat sosial.

Kegiatan sosial tersebut bisa berupa pergaulan secara baik, donor darah, menanam pohon, memberi makan kaum fakir, memudahkan urusan orang lain, mengajar, menyediakan buka puasa bagi anak-anak jalanan, dan lain sebagainya.

Di bulan suci Ramadhan ibadah bernuansa sosial itu tercermin, misalnya, dalam perintah untuk menyuguhkan buka puasa walaupun hanya sebiji kurma.

Artinya, aktivitas perempuan haid yang menghidangkan sajian berbuka untuk keluarga terhitung ibadah.

Puasa sendiri adalah bentuk latihan seorang hamba untuk merasakan saudara-saudaranya yang sehari-hari didera rasa lapar dan haus karena tak mampu.

Dengan demikian, kegiatan sosial sesungguhnya merupakan ibadah yang memang menjadi jati diri makna puasa itu sendiri.

Sumber artikel: www.nu.go.id dengan judul artikel "Amalan-amalan Ibadah bagi Perempuan Haid di Bulan Ramadhan" oleh Mahbib.

(TribunPalu.com/Isti Prasetya)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved