Sains

Para Ahli Selidiki Mekanisme Tsunami Palu dari Media Sosial

Mekanisme tsunami Palu, Sulawesi Tengah, yang tiba dalam hitungan menit setelah gempa bumi dengan mekanisme sesar geser menarik perhatian peneliti.

Para Ahli Selidiki Mekanisme Tsunami Palu dari Media Sosial
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Suasana Kampung Petobo pascagempa dan tsunami di kawasan Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (3/10/2018). 

TRIBUNPALU.COM - Mekanisme tsunami Teluk Palu, Sulawesi Tengah, yang tiba dalam hitungan menit setelah gempa bumi dengan mekanisme sesar geser telah lama menarik perhatian para peneliti.

Dengan menganalisis video yang beredar di media sosial, sejumlah peneliti luar negeri menyimpulkan bahwa penyebabnya adalah longsor bawah laut.

”Ini adalah contoh penting dari ilmu pengetahuan warga,” kata ahli geofisika Jennifer Haase di Scripps Institution of Oceanography di La Jolla, California, yang memimpin penelitian ini, seperti ditulis Nature pada Kamis (16/5/2019).

Kajian ini telah dipublikasikan di jurnal Geophysical Research Letters.

‚ÄčDisebutkan dalam kajian ini, tsunami yang melanda Teluk Palu pada 28 September 2018 sangat mengejutkan.

Selain karena waktu tiba tsunami yang sangat cepat dan ketinggian gelombangnya antara dua hingga delapan meter, hal ini juga karena gempa bumi berkekuatan M 7,5 yang mendahului mekanismenya sesar geser dan pusatnya di daratan.

Gempa dengan mekanisme sesar geser selama ini diketahui tidak akan menyebabkan tsunami tinggi.

‚ÄčMekanisme tsunami yang tidak lazim ini yang menyebabkan kekeliruan produk peringatan dini tsunami.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, sekitar lima menit setelah gempa telah dikeluarkan peringatan dini tsunami 1 dengan level tertinggi Siaga di Donggala Barat dengan estimasi ketinggian gelombang tsunami 0,58 meter dan estimasi waktu tiba pukul 17.22.43 atau sekitar 22 menit setelah gempa.

Sementara di Kota Palu, statusnya Waspada dengan ketinggian tsunami sekitar 36 cm.

Halaman
123
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved