Pastikan Sulsel Terhindar dari 'People Power', TNI-Polri Jaga Ketat Pusat Keramaian

Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei mendatang, Polda Sulteng melakukan patroli di wilayah mencegah people power.

Pastikan Sulsel Terhindar dari 'People Power', TNI-Polri Jaga Ketat Pusat Keramaian
Tribunpalu/Abdul Humul Faaiz
Personel TNI-Polri saat melakukan patroli gabungan jelang pilpres dan Pileg 2019 di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/4/2019). 

TRIBUNPALU.COM - Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU pada 22 Mei mendatang, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mulai melakukan patroli di setiap wilayah untuk memastikan Sulawesi Selatan terhindar dari gerakan people power

Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin mengatakan, aksi people power bisa dianggap sebagai gerakan makar jika aksi tersebut tidak dilakukan sesuai aturan yang berlaku.

Untuk itu, pihaknya menurunkan 12 ribu personel Polri ditambah 5 ribu personel TNI di mana Kota Makassar akan menjadi pusat patroli.

"Mengantisipasi penetapan 22 Mei, sejumlah personel gabungan TNI-Polri sudah mulai diterjunkan untuk melakukan patroli di berbagai tempat," ucap Hamidin saat Apel Pelepasan Patroli Skala Besar Gabungan TNI-Polri, Senin (20/5/2019).

Patroli gabungan ini juga akan berjaga di pusat keramaian seperti bandara, pelabuhan, terminal, dan ruang publik lainnya.

Khusus untuk kantor KPU dan Bawaslu sendiri, Hamidin mengatakan bakal mengirimkan pasukannya untuk berjaga. Penjagaan ketat ini dilakukan untuk mengantisipasi gerakan massa.

"Kami dari kepolisian siap mengamankan. Masyarakat kami harapkan untuk tidak perlu hadir ke kantor KPU maupun Bawaslu, apalagi hasil pemilu di Sulsel telah dirikirimkan ke pusat. Mari semua kita hormati proses demokrasi yang berjalan," imbuhnya.

Menurut Hamidin, bisa saja aksi people power ini dianggap sengaja diberlakukan oleh beberapa oknum untuk menggulirkan pemerintahan yang sah saat ini.

Untuk itu, ia mengimbau personel kepolisian yang bertugas dalam pengamanan untik menjunjung tinggi kearifan lokal. 

Ia tak ingin ada friksi yang terjadi antar-masyarakat pada 22 Mei mendatang. Ia menjamin pasukannya akan bekerja sesuai dengan prosedur yang ada. 

"Kalau niatan dari aksi people power ini untuk menggulingkan pemimpin yang sah saat ini, maka itu sudah mengarah ke pergerakan makar, dan harus kita tindak sesuai aturan yang berlaku," pungkas mantan Kapolres Gowa ini.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pastikan Sulsel Terhindar dari "People Power", TNI-Polri Jaga Ketat Pusat Keramaian"

Editor: Imam Saputro
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved