Warga Temukan Tengkorak Manusia di Kabupaten Sigi, Diduga Korban Likuefaksi

Satu lagi tengkorak manusia ditemukan warga di Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (19/5/2019) sore.

Warga Temukan Tengkorak Manusia di Kabupaten Sigi, Diduga Korban Likuefaksi
Humas Polres Sigi
Warga menemukan satu tengkorak manusia di bekas lokasi likuifaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi) 

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Satu lagi tengkorak manusia ditemukan warga di Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Minggu (19/5/2019) sore.

Diduga, tengkorak tersebut milik salah satu korban likuefaksi di desa itu pada 28 September 2019 silam.

Awalnya, tengkorak tersebut ditemukan oleh seorang petani bernama Usman (50).

Ia kemudian melaporkan penemuan itu kepada warga lainnya hingga informasi tersebut sampai ke pihak kepolisian.

BACA JUGA:

AJI Palu Minta Pemda Tidak Siapkan THR untuk Wartawan

AJI Palu Peringatkan Perusahaan Media Beri THR Karyawan Tepat Waktu

Warga menemukan satu tengkorak manusia di bekas lokasi likuifaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi)
Warga menemukan satu tengkorak manusia di bekas lokasi likuefaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi) (Humas Polres Sigi)
Warga menemukan satu tengkorak manusia di bekas lokasi likuifaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi)
Warga menemukan satu tengkorak manusia di bekas lokasi likuefaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi) (Humas Polres Sigi)

"Penemuannya sekitar pukul 2 siang, setelah informasi itu masuk ke kami, kami langsung mengecek, ternyata benar," kata Kapolres Sigi AKBP Wawan sumantri, Minggu (19/5/2019) malam.

Kata dia, pasca bencana gempa disertai likuefaksi, wikayah Desa Sidera kerap mengalami banjir.

Itulah alasan mengapa kerangka manusia sering bermunculan ke permukaan ketika terbawa oleh arus air.

"Namun hanya tengkorak kepala saja yang ditemukan, anggota tubuh lainnya tidak ada," jelas Wawan.

BACA JUGA:

Para Ahli Selidiki Mekanisme Tsunami Palu dari Media Sosial

Sayembara Rp 100 Miliar Buktikan Kecurangan Pemilu Ditutup, Diki Candra: Tidak Ada Respon

Satu tengkorak manusia yang ditemukan warga di bekas lokasi likuifaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi)
Satu tengkorak manusia yang ditemukan warga di bekas lokasi likuifaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi) (Humas Polres Sigi)
Satu tengkorak manusia yang ditemukan warga di bekas lokasi likuefaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi)
Satu tengkorak manusia yang ditemukan warga di bekas lokasi likuefaksi Desa Sidera, Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulteng, Minggu (19/5/2019). (Humas Polres Sigi) (Humas Polres Sigi)

Wawan memperkirakan, bila wilayah Kabupaten Sigi masih terus diguyur hujan hingga beberapa minggu ke depan, tidak menutup kemungkinan kerangka tubuh korban juga akan ditemukan.

"Bisa saja, endapan air di daerah liquifaksi Sidera dan Jono akan memunculkan tengkorak manusia diakibatkan oleh curah hujan yang cukup ekstrem," pungkasnya.

Pihak kepolisian kemudian membersihkan tengkorak itu, selanjutnya melakukan prosesi pemakaman.

(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved