Tak Kunjung Panen, Ratusan Hektare Tanaman Padi di Desa Galumpang, Toli-toli Rusak

Ratusan hektare tanaman padi sawah di Desa Galumpang, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Toli-Toli, rusak akibat terlambat panen.

Tak Kunjung Panen, Ratusan Hektare Tanaman Padi di Desa Galumpang, Toli-toli Rusak
Istimewa
Pemilik sawah di Toli-toli saat mengecek tanaman padinya yang rusak akibat lambat panen, Rabu (22/5/2019). 

TRIBUNPALU.COM, TOLI-TOLI - Ratusan hektare tanaman padi sawah di Desa Galumpang, Kecamatan Dakopemean, Kabupaten Toli-Toli, rusak akibat terlambat panen.

Pasalnya, tidak beroperasinya mesin panen yang masuk di desa tersebut, mengakibatkan tanaman padi para petani terlambat dipanen.

Tercatat, ada sekitar 400 hektare sawah masyarakat di Desa Galumpang yang sudah mulai rusak karena terlambat dipanen.

Hal itu disebabkan mesin pemanen yang beroperasi di desa ini, itu sudah tidak ada lagi.

"Karena mesin pemanen yang sering masuk disini, mesinnya itu rusak," ujar Ketua Gapoktan Desa Galumpang, Ahkrin saat dihubungi melalui Via Whatsapp, Rabu (22/5/2019)

Akhrin mengatakan, saat ini warga di desa setempat, terpaksa memanen sawah dengan cara manual.

Cara ini dipastikan para petani tersebut akan mengalami kerugian.

"Saya memastikan para petani ini akan mengalami kerugian yang sangat besar. Apabila, pemerintah tidak secepatnya melakukan langkah-langkah serius untuk penanganannya," ungkapnya

Menurutnya, berdasarkan kondisi ini, minimal pemerintah terkait, secepatnya mengarahkan mesin panen ke wilayah itu, untuk menekan adanya kerugian besar yang dialami oleh petani di wilayah ini.

"Apalagi, padi ini semuanya sudah menguning, pasti produktivitas hasil panen petani akan mengalami penurunan drastis. Belum lagi suasana puasa tentu warga dalam melakukan panen secara manual akan tidak maksimal," terangnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved