Jabatan Guru Besar Amien Rais Hilang, Simak Penjelasan dari UGM

Ketua Dewan Guru Besar UGM, Koentjoro menyampaikan bahwa profesor merupakan salah satu jabatan akademik.

Jabatan Guru Besar Amien Rais Hilang, Simak Penjelasan dari UGM
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma
Panut Mulyono, rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2017 - 2022. 

TRIBUNPALU.COM - Ketua Dewan Guru Besar UGM, Koentjoro menyampaikan bahwa profesor merupakan salah satu jabatan akademik, bukan gelar akademik yang melekat sepanjang hidup.

"Guru besar atau profesor adalah jabatan akademik, bukan gelar akademik yang melekat sepanjang hidup. Kalau itu jabatan akademik maka ketika yang bersangkutan pensiun jabatannya itu pun pensiun," ujar Ketua Dewan Guru Besar UGM, Koentjoro dalam pres rilis Humas UGM, Senin (27/5/2019).

Koentjoro membantah mengeluarkan pernyataan bahwa UGM telah mencopot gelar profesor Amien Rais.

Diungkapkannya pula, Dewan Guru Besar UGM tidak berhak mencopot atau mencabut jabatan guru besar.

Meski demikian, jabatan ini bisa hilang dengan sendirinya ketika seseorang pensiun atau mengundurkan diri misalnya masuk di dalam partai politik.

"ASN dilarang berpartai politik, karena itu dia harus pensiun," tegasnya.

Dijelaskannya jabatan akademik, perlu dibedakan dari gelar akademik yang berkaitan dengan kepakaran.

Jika menyangkut kepakaran, jejang pendidikan tertinggi adalah S3 dengan gelar doktor yang melekat seumur hidup.

Jenjang jabatan akademik dimulai dari asisten ahli, lektor, lektor kepala, hingga profesor.

Memperoleh jabatan tersebut, seorang pengajar atau dosen harus mengumpulkan KUM penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengajaran.

Halaman
12
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved