Mudik Lebaran 2019

Bagaimana Cara Jalani Ibadah saat Mudik Lebaran? Ini Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama

Bingung bagaimana cara ibadah di perjalanan mudik Lebaran? Kemenag RI membagikan tips ketentuan fikih perjalanan bagi musafir.

Bagaimana Cara Jalani Ibadah saat Mudik Lebaran? Ini Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama
KOMPAS.ID/TOTOK WIJAYANTO
Warga menjalankan shalat Jumat di peron Stasiun Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (5/4/2019). 

Seorang musafir diberikan kelonggaran dalam menjalankan ibadah wajib salat lima waktu dalam satu kali waktu.

Seperti halnya menjamak salat, yakni menggabungkan salat Zuhur dan Asar bisa dilaksanakan di waktu Zuhur atau Asar.

Sementara, jika menggabungkan salat Magrib dan Isya bisa dilakukan di waktu Magrib atau Isya.

Tak hanya itu, musafir boleh pula memperpendek atau meng-qashar rakaat salat.

Seperti salat Zuhur, Asar, dan Isya boleh dipendekkan masing-masing menjadi dua rakaat saja.

2. Bagaimana arah kiblat saat salat di dalam kendaraan?

Musafir diperbolehkan salat di kendaraan dengan arah kiblat sesuai dengan posisi tempat duduk di perjalanan.

Sehingga, tidak diwajibkan menghadap arah kiblat tetapi cukup menyesuaikan posisi tempat duduk ke mana pun kendaraan tersebut melaju.

3. Bagaimana dengan ketentuan wudu di kendaraan?

Musafir diperbolehkan untuk tayamum jika tidak menemukan air atau dalam kondisi terbatas.

Halaman
1234
Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved