Mudik Lebaran 2019

Bagaimana Cara Jalani Ibadah saat Mudik Lebaran? Ini Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama

Bingung bagaimana cara ibadah di perjalanan mudik Lebaran? Kemenag RI membagikan tips ketentuan fikih perjalanan bagi musafir.

Bagaimana Cara Jalani Ibadah saat Mudik Lebaran? Ini Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama
KOMPAS.ID/TOTOK WIJAYANTO
Warga menjalankan shalat Jumat di peron Stasiun Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, Jumat (5/4/2019). 

6. Bagaimana anjuran makan di perjalanan mudik Lebaran?

Kemenag RI memberi anjuran untuk memakan makanan yang halal dan thayib atau dalam keadaan baik ketika perjalanan mudik Lebaran.

7. Istirahat

Kemenag juga mengimbau para pemudik untuk istirahat yang cukup agar badan tetap bugar di perjalanan mudik Lebaran.

Sebab, badan memiliki hak untuk istirahat yang cukup.

8. Konsultasi ke ahli agama

Kemenag juga menyarankan agar pemudik tidak malu untuk berkonsultasi ke ahli agama terkait fikih dalam perjalanan.

Infografis ini dibagikan oleh @Kemenag_RI pada Kamis (30/5/2019) siang.

Tak hanya infografis tersebut, TribunPalu.com telah merangkum tips mempersiapkan salat di perjalanan.

Dikutip dari Kompas.com, berikut beberapa persiapan dan tips agar salat di perjalanan menjadi nyaman:

1. Peralatan salat

Persiapkan peralatan salat yang sederhana.

Bawa sajadah yang berukuran kecil dan ringan, bahkan boleh digantikan dengan sapu tangan, sebab yang terpenting bisa dijadikan alas jidat saat bersujud.

Jika membawa sarung, bawalah yang berbahan ringan dan mudah dilipat agar tidak memakan tempat saat disimpan dalam tas atau koper.

Perlengkapan lainnya, misalnya Al Quran atau buku zikir, pilihlah yang ukurannya kecil agar tidak berat dan mudah dijinjing.

Jangan lupa membawa mukena sendiri bagi perempuan.

Harap diingat bahwa tidak semua masjid atau musala menyediakan mukena yang layak pakai.

Di beberapa tempat, terkadang mukenanya malah lusuh dan kotor.

Kondisi ini tentu bisa membuat jalannya ibadah tidak nyaman.

Sama dengan tips sebelumnya, bawalah mukena yang berbahan ringan.

Biasanya mukena yang cocok di perjalanan adalah mukena yang berbahan kain parasut.

Mukena ini ringan dan bisa dilipat sampai ukuran kecil.

Enam Tips Meninggalkan Rumah saat Ditinggal Mudik Lebaran agar Selalu Aman

2. Tempat salat

Salat itu bisa dilakukan di mana saja asal tempatnya bersih dari najis.

Salat juga bisa dilakukan di tempat umum, misalnya di sudut bandara, pinggir jalan, atau bahkan taman kota.

3. Arah kiblat

Hal yang agak sulit adalah menentukan arah kiblat.

Tentunya, hal tersebut tidak bisa menjadi alasan untuk tidak salat.

Umumnya pemudik akan memanfaatkan kompas.

Namun, bagi pemudik yang tidak membawa kompas, cukup melihat posisi matahari dengan mengetahui arah ke Mekkah, apalagi zaman sudah modern.

Di alat elektronik atau gadget, sudah tersedia aplikasi arah kiblat yang bisa diunduh.

Rata–rata penduduk Indonesia juga tahu arah kiblat.

Jadi, hal yang lumrah untuk bertanya arah kiblat ialah kepada penduduk lokal.

Butuh Info Mudik dengan Cepat, Ini 6 Akun Twitter yang Wajib Diikuti

4. Waktu salat

Kalau biasanya menunggu azan atau panggilan salat, hal ini mungkin sulit selama di perjalanan mudik Lebaran.

Hal termudah adalah melihat matahari, misalnya waktu Zuhur berpatokan pada saat matahari tepat di posisi atas.

Bisa juga warna matahari di mana waktu Magrib adalah saat warna matahari sudah di ujung jingga.

Cara yang paling direkomendasikan adalah mencari informasi sebanyak mungkin tentang waktu salat saat di perjalanan mudik Lebaran.

Biasanya masjid–masjid besar di tiap negara atau daerah memberikan informasi waktu shalat.

Kalau sibuk, pemudik bisa mengetahui informasinya melalui internet di smartphonenya.

Ini juga menjadi cara yang paling mudah dan aman.

(TribunPalu.com/Isti Prasetya)

Penulis: Isti Tri Prasetyo
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved