Mudik Lebaran 2019

Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama tentang Cara Jalani Ibadah saat Mudik Lebaran

Bingung bagaimana cara ibadah di perjalanan mudik Lebaran? Kemenag RI membagikan tips ketentuan fikih perjalanan bagi musafir.

Tuntunan Fikih Musafir dari Kementerian Agama tentang Cara Jalani Ibadah saat Mudik Lebaran
TribunWow.com/Rusintha Mahayu
Ilustrasi mudik Lebaran. 

TRIBUNPALU.COM - Saat berada dalam perjalanan mudik Lebaran, pemudik kerap menemukan berbagai kendala untuk menjalani kewajiban ibadah.

Sebenarnya tidak ada alasan untuk khawatir atau takut perjalanan akan mengganggu ibadah salat.

Sebab, tata cara dan aturan dalam melaksanakan salat ketika berada dalam perjalanan sudah diatur dalam ilmu fikih.

Dalam ilmu fikih, ada beberapa ketentuan yang memberikan banyak toleransi atau kelonggaran bagi orang yang berpergian jauh atau sering disebut sebagai musafir.

Misalnya, menggabungkan dua salat dalam satu waktu.

Dapat pula menyingkat jumlah rakaat bila sedang terburu-buru.

Lantas, bagaimana agar tetap bisa melaksanakan ibadah selama perjalanan mudik Lebaran?

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah memberikan infografis terkait ketentuan-ketentuan ibadah dalam perjalanan mudik Lebaran melalui akun Twitter resmi milik Kemenag RI, @Kemenag_RI.

Info Mudik Lebaran 2019: Link Live Streaming CCTV Pantau Jalur Mudik, Cek Macet dan Arus Lalu Lintas

TribunPalu.com telah merangkum poin-poin infografis yang dibagikan Kemenag RI sebagai berikut:

1. Bolehkah menjamak dan meng-qashar salat?

Halaman
1234
Editor: Wulan Kurnia Putri
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved