Puasa Qadha atau Puasa Syawal, Mana yang Lebih Dahulu? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Hukum bagi umat Islam untuk menjalankan puasa syawal adalah sunah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

Puasa Qadha atau Puasa Syawal, Mana yang Lebih Dahulu? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad
bersamadakwah.net
ILUSTRASI Puasa Syawal. Ustaz Abdul Somad memberikan penjelasan mengenai mana yang sebaiknya didahulukan, puasa ganti (qadha) atau puasa Syawal. 

Berikut penjelasan Ustaz Abdul Somad soal mana yang lebih diutamakan untuk melaksanakan puasa syawal atau puasa ganti terlebih dahulu.

TRIBUNPALU.COM - Setelah menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh, biasanya umat Islam akan melaksanakan puasa syawal.

Puasa syawal biasanya dilaksanakan oleh umat Islam selama enam hari.

Hukum bagi umat Islam untuk menjalankan puasa syawal adalah sunah yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

Seperti yang disebutkan dalam sabda Rasulullah yang berbunyi: "Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun" (HR. Muslim).

Namun, selama menjalankan puasa ramadan sebulan penuh, banyak umat muslim terutama wanita batal puasanya karena suatu hal.

Wanita biasanya batal menjalankan puasa dikarenakan mengalami haid.

Namun, ada pula yang terpaksa tidak bisa menjalankan puasa Ramadan selama satu bulan penuh karena sakit ringan.

Jika seorang Muslim batal puasa selama di bulan ramadan, dia harus menggantinya dengan puasa ganti atau puasa qadha.

Lalu, lebih didahulukan mana puasa syawal atau puasa ganti?

Halaman
1234
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved