Berjualan Bunga di Kuburan Saat Lebaran, Warga Palu Ini Dapat Untung Rp300 Ribu

Tradisi ziarah kubur dan tabur bunga membawa rezeki tersendiri bagi seorang warga Palu bernama Nur.

Berjualan Bunga di Kuburan Saat Lebaran, Warga Palu Ini Dapat Untung Rp300 Ribu
Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz
Paket bunga yang dijual di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Balaroa, Kota Palu. 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Berziarah kubur orangtua atau sanak saudara yang telah meninggal dunia telah menjadi tradisi warga Indonesia secara turun-temurun.

Tak terkecuali bagi warga di Palu, Sulawesi Tengah.

Warga Palu melakukan bersih-bersih, menyiram, tabur bunga, dan memanjatkan doa di makam keluarga.

Saat Lebaran tiba, tradisi tersebut mendatangkan rezeki tersendiri bagi sebagian orang yang menjual bunga di kompleks permakaman.

Nur, salah satu warga yang menjual bunga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Balaroa, Kota Palu.
Nur, salah satu warga yang menjual bunga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Balaroa, Kota Palu. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Nur (41) misalnya, ia menjual bunga tepat di kawasan pemakaman.

Meski baru pertama kali menjual bunga di area permakaman, Nur sudah bisa mendapat untung yang lumayan.

Dulunya Nur hanya berjualan di rumahnya di Lorong Tolia, Jl Gawalise, Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu.

Di depan kompleks permakaman, Nur menjual kembang untuk kuburan serta air seharga Rp10 ribu per paket.

Satu paket bunga lengkap dengan air dalam botol berukuran 1,5 liter.

"Bisa juga dibeli terpisah, karena ada juga yang hanya butuh bunga," kata Nur.

Halaman
12
Penulis: Faiz Sengka
Editor: Rizkianingtyas Tiarasari
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved