Terkini Palu

NTP Dibawah 100, Nilai Tukar Hasil Pertanian di Sulteng Lebih Rendah dari Biaya Produksi

Meski NTP Sulteng mengalami kenaikan selama Mei 2019, tetapi nilainya masih di bawah angka 100.

NTP Dibawah 100, Nilai Tukar Hasil Pertanian di Sulteng Lebih Rendah dari Biaya Produksi
TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin
Kabid Statistik Distribusi BPS Sulteng GA Nasser 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Selama periode Mei 2019, nilai tukar petani (NTP) di Provinsi Sulawesi Tengah, naik sebesar 0,44 persen, yakni dari 94,11 pada April menjadi 94,52 pada Mei 2019.

NTP diperoleh atas hasil pemantauan harga penjualan komoditas hasil pertanian di tingkat produsen, biaya produksi, dan konsumsi rumah tangga terhadap barang/jasa di wilayah perdesaan.

Meski NTP Sulteng mengalami kenaikan selama Mei 2019, tetapi nilai masih di bawah angka 100.

Hal itu menandakan, bahwa NTP di Sulteng belum seimbang sehingga nilai tukar hasil pertanian masih lebih rendah dibandingkan biaya produksi yang dikeluarkan oleh petani.

Semarak Atupato, Tradisi Masyarakat Gorontalo di Parigi Moutong

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sulteng, GA Nasser mengatakan, naiknya NTP pada periode Mei 2019 disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,19 persen lebih tinggi dari kenaikan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,75 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sulteng, GA Nasser
Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Sulteng, GA Nasser (TRIBUNPALU.COM/Muhakir Tamrin)

"Selama Mei 2019, indeks harga yang diterima petani tercatat 128,46 atau naik sebesar 1,19 persen dibandingkan bulan sebelumnya yaitu sebesar 126,95," ujarnya, Rabu (12/6/2019) sore.

Kenaikan ini dipengaruhi oleh naiknya indeks harga yang diterima petani pada subsektor hortikultura sebesar 2,61 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,40 persen, dan subsektor peternakan naik sebesar 1,23 persen.

Sedangkan pada subsektor tanaman pangan dan subsektor perikanan mengalami penurunan
indeks yang diterima petani, masing-masing turun sebesar 1,19 persen dan 0,93 persen.

Tak Hanya Nagita Slavina, Presenter Cantik Ini Juga Traktir Belanja Semua Karyawannya Sebagai THR

Indeks harga yang dibayar petani dipengaruhi oleh komponen pengeluaran baik untuk konsumsi rumahtangga maupun fluktuasi harga barang dan jasa yang diperlukan untuk memproduksi hasil pertanian.

Indeks harga yang dibayar petani selama Mei 2019 sebesar 135,91atau naik 0,75 persen jika dibandingkan dengan bulan April sebesar 134,90.

"Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga yang dibayar petani pada seluruh subsektor,"jelasnya.

Pada subsektor tanaman pangan indeks harga yang dibayar petani naik sebesar 0,81 persen.

Subsektor hortikultura naik 0,87 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,76 persen, subsektor peternakan 0,56 persen, dan pada subsektor perikanan naik sebesar 0,72 persen.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Penulis: Haqir Muhakir
Editor: Bobby Wiratama
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved