Operasi Ketupat Tinombala di Sulteng, Ada 40 Kecelakaan Lalin, 11 Meninggal Dunia dan 23 Luka Berat

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2019, Satgas Operasi Ketupat Tinombala mencatat ada 40 kasus

Operasi Ketupat Tinombala di Sulteng, Ada 40 Kecelakaan Lalin, 11 Meninggal Dunia dan 23 Luka Berat
Humas Polda Sulteng
Danrem 132/Tadulako, Kolonel Inf Agus Sasmita Didampingi Irwasda Polda Sulteng, Kombes Pol Drs Aries Syarief Hidayat usai pimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Tinombala 2019 Di Jl Sam Ratulangi, Palu, Kamis (13/6/2019) 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Operasi Ketupat 2019 diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia termasuk Polda Sulawesi Tengah sampai 10 Juni 2019 lalu.

Operasi dengan sandi 'Operasi Ketupat Tinombala Tahun 2019' itu, diselenggarakan selama 13 hari berturut-turut.

Dalam operasi ini, Polda Sulawesi Tengah melibatkan sebanyak 1.345 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Pemda, serta stakeholders terkait dan elemen masyarakat lainnya di seluruh jajaran Polda Sulawesi Tengah.

Dengan jumlah pos pengamanan sebanyak 59 lokasi dan pos pelayanan sebanyak 25 lokasi.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Tinombala 2019, Satgas Operasi Ketupat Tinombala mencatat ada kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebanyak 40 kasus.

Tercatat, korban meninggal dunia 11 orang, luka berat 23 orang, luka ringan 34 orang dan kerugian materiil sebanyak Rp144.400.000.

"Dibanding tahun 2018 telah terjadi sebanyak 72 kasus yang berarti adanya penurunan sebanyak 32 kasus atau turun 44,44 persen," ujar Danrem 132 Tadulako Kolonel Inf Agus Sasmita, saat memimpin Apel Konsolidasi Ops Ketupat Tinombala 2019, di Mapolda Sulteng, Kamis (13/6/2019).

Lanjutnya, kasus kriminalitas menonjol yang terjadi selama operasi sebanyak 24 kasus, yaitu curat 4 kasus, curanmor 6 kasus, penganiayaan 14 kasus.

Lanjut Danrem saat membacakan amanat Kapolda Sulteng, berbagai strategi bertindak telah ditetapkan dan telah diikuti dengan baik.

"Sehingga arus mudik dan arus balik dapat berjalan dengan baik di seluruh wilayah provinsi Sulawesi Tengah," jelasnya.

(TribunPalu.com/Muhakir Tamrin)

Editor: Imam Saputro
Sumber: Tribun Palu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved